KETIK, BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mendorong lahirnya budaya inovasi di berbagai sektor melalui Sosialisasi Pelaksanaan Bojonegoro Innovative Award (BIA) Tahun 2026.
Kegiatan yang digelar di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro, Rabu, 8 Juli 2026, itu menjadi langkah awal untuk menjaring berbagai inovasi dari perangkat daerah hingga masyarakat umum.
Sosialisasi dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro Edi Susanto, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Bojonegoro Dilli Tri Wibowo, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, serta tamu undangan lainnya.
Kepala BRIDA Kabupaten Bojonegoro, Dilli Tri Wibowo, mengatakan pendaftaran Bojonegoro Innovative Award 2026 akan dibuka mulai 10 Juli hingga 10 Agustus 2026.
Menurutnya, BIA menjadi wadah untuk menghimpun berbagai inovasi yang telah dikembangkan oleh perangkat daerah, pemerintah desa, akademisi, pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum.
Baca Juga:
Musim Kemarau, BPBD Bojonegoro Terus Salurkan Bantuan Air Bersih ke Desa-Desa Terdampak"Selain mendukung penguatan Indeks Inovasi Daerah, kegiatan ini juga menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi seluruh unsur dalam menghadirkan inovasi yang mendukung optimalisasi pelayanan publik serta pengembangan potensi lokal," ujarnya.
Pada pelaksanaan tahun ini, BRIDA juga berharap semakin banyak inovasi lahir dari kategori masyarakat umum sehingga kreativitas masyarakat dapat menjadi solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan di Kabupaten Bojonegoro.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro, Edi Susanto, menegaskan bahwa inovasi merupakan arahan langsung pimpinan daerah yang harus diwujudkan oleh seluruh perangkat daerah.
Karena itu, setiap OPD maupun kecamatan diwajibkan memiliki sedikitnya satu inovasi setiap tahun dan mengikutsertakannya dalam Bojonegoro Innovative Award.
Baca Juga:
DPRD Bojonegoro Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025"Setiap OPD dan kecamatan tidak hanya mendaftarkan inovasi, tetapi sifatnya wajib. Minimal setiap tahun harus ada satu inovasi. Dari inovasi yang masuk nantinya akan dilakukan penilaian sesuai kriteria yang telah ditetapkan," tegas Edi.
Ia menjelaskan, inovasi yang dihasilkan diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat proses layanan, serta menghadirkan solusi atas berbagai kebutuhan masyarakat.
Menurut Edi, sosialisasi tersebut juga bertujuan memberikan pemahaman kepada seluruh calon peserta mengenai mekanisme pelaksanaan, kategori peserta, kriteria penilaian, tahapan seleksi, hingga jadwal pelaksanaan BIA 2026.
"Tahun ini Bojonegoro Innovative Award membuka empat kategori peserta. Harapannya semakin banyak inovasi lahir dari berbagai elemen masyarakat," katanya.
Ia pun mengajak seluruh perangkat daerah, kecamatan, pemerintah desa, akademisi, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum untuk berpartisipasi aktif.
Menurutnya, setiap gagasan baru yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat layak memperoleh ruang untuk berkembang sekaligus menjadi bagian dari pembangunan daerah.
Selain membangun budaya inovasi, BIA juga diharapkan menjadi sarana apresiasi terhadap karya-karya inovatif yang telah memberikan manfaat nyata, sekaligus menjadi media pembelajaran melalui replikasi praktik-praktik terbaik antarperangkat daerah maupun antardesa.
Melalui ajang tersebut, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga menargetkan peningkatan daya saing daerah dalam kompetisi inovasi di tingkat provinsi maupun nasional.
"Oleh karena itu saya berharap lomba inovasi daerah tahun 2026 ini benar-benar mampu mengangkat berbagai inovasi terbaik yang ada di Kabupaten Bojonegoro dan memberikan manfaat bagi masyarakat," pungkasnya.(*)