KETIK, MALANG – Menuju pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), tim NISKALA ASKARA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mulai memetakan potensi dan kebutuhan Desa Gubug Klakah, Kabupaten Malang, melalui survei lapangan, Rabu, 14 Oktober 2026.
Survei ini menjadi langkah awal dalam merancang program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus melanjutkan upaya pemberdayaan desa yang telah dilakukan sebelumnya.
Tim NISKALA ASKARA UIN Malang sendiri terdiri dari mahasiswa Program Studi Sastra Inggris, yakni Muhammad Jihad Deft Maulana, Ahmad Kamal Taufiq, M. farhan kesuma, dan Muh Haidar Az-Zaki.
Sebelum survei dilaksanakan, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Ahmad Ghozi, S.S., M.A., memberikan arahan agar mahasiswa mengenali kondisi desa secara langsung dan menyusun program berdasarkan potensi lokal.
Dalam pelaksanaannya, tim menemui Sekretaris Desa Gubug Klakah, Puji Laksana, S.E., M.M., untuk berdiskusi mengenai kondisi desa dan peluang pengembangan masyarakat.
Baca Juga:
Peneliti UIN Malang Kaji Tata Kelola Koperasi Merah Putih untuk Kesejahteraan RakyatPembahasan awal mencakup digitalisasi desa, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pendidikan, keagamaan, serta penguatan peran pemuda. Tim kemudian meninjau bakal tempat tinggal bersama penanggung jawab posko, Adib.
Setelah itu, tim melanjutkan kunjungan ke Kampung Koena, sebuah kawasan yang dikenal sebagai kampung heritage Desa Gubug Klakah. Di sana, mahasiswa menggali informasi mengenai mata pencaharian warga dan potensi lokal yang dapat dikembangkan.
Program KKM NISKALA ASKARA diharapkan dapat bersinergi dengan kegiatan mahasiswa terdahulu, termasuk program yang pernah dilaksanakan tim Universitas Gadjah Mada (UGM).
Kesinambungan ini penting agar kegiatan mahasiswa tidak berhenti sebagai program jangka pendek, tetapi berkontribusi terhadap proses pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Baca Juga:
Profil Dosen FH UB Indah Dwi Qurbani, Sosok yang Jadi Pembicara di Kampus Ternama SkotlandiaAhmad Ghozi menegaskan bahwa mahasiswa perlu membangun program yang tidak hanya selesai ketika masa KKM berakhir, tetapi juga meninggalkan manfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap KKM NISKALA ASKARA tidak hanya menjalankan program selama 40 hari, tetapi juga mampu melanjutkan dan memperkuat inisiatif pemberdayaan yang telah dilakukan sebelumnya, termasuk oleh mahasiswa UGM. Program mahasiswa perlu disusun berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat dan potensi lokal, dengan mengedepankan pendekatan well-being atau kesejahteraan masyarakat," ujar Ahmad Ghozi.
"Karena itu, promosi digital desa wisata, pendampingan UMKM, dan pelibatan pemuda perlu dirancang agar hasilnya dapat dimanfaatkan dan dilanjutkan oleh masyarakat setelah mahasiswa kembali ke kampus,” imbuhnya.
Arahan tersebut sejalan dengan tema pengabdian masyarakat yang diangkat Ahmad Ghozi bersama tim, yakni “Model Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Well-Being dalam Mendukung Desa Wisata Berkelanjutan.”
Pendekatan ini menempatkan kesejahteraan warga sebagai bagian penting dari pengembangan desa wisata, sehingga penguatan potensi lokal perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat dan keterlibatan aktif warga.
Hasil survei awal akan menjadi bahan penyusunan program kerja KKM NISKALA ASKARA. Melalui koordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat serta kesinambungan program sebelumnya, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan kegiatan yang relevan, kolaboratif, dan memberikan manfaat nyata bagi Desa Gubug Klakah.(*)