KETIK, TRENGGALEK – SMK 1 Islam Durenan merupakan salah satu sekolah kejuruan di Trenggalek, yang menerapkan program Teaching Factoy (TeFa) dengan model pembelajaran berbasis produksi atau jasa dengan mengintegrasikan suasana, standar dan produksi kerja industri ke dalam lingkungan sekolah.
Kepala SMK 1 Islam Durenan, Mukholis Ridwan, mengatakan, salah satu program dari Tefa tersebut diantaranya adalah membina kelas industri Alfamart, seluruh siswa diseleksi di kelas 10.
"Alhamdulillah, anak-anak langsung dapat beasiswa berupa uang saku dari Alfamart," ucapnya kepada Ketik.com, Kamis, 27 Agustus 2026.
Kholis sapaan dia menuturkan, PKL per siswa setiap harinya mendapat uang saku Rp 30 ribu dan satu bulan masuk minimal 20 hari, sehingga ada pundi-pundi pendapatan bahi siswa Rp 600 ribu setiap bulan selama 6 bulan.
"Tentu ini sangat bagus untuk memotivasi siswa untuk lebih giat dan semangat dalam belajar," ujarnya.
Baca Juga:
Ikhtiar Universitas Indo Global Mandiri dalam Pemerataan Dokter di Bumi SriwijayaSelain itu, pihaknya juga bekerjasama dengan BKK SMK Brantas di Malang, dan SMK 1 Islam Durenan masuk 16 siswa se-Kabupaten Trenggalek yang terpilih ke PT Winaros Pasuruan sebagai operator produksi ekspor.
"Kita telah memberangkatkan 16 siswa se-Kabupaten Trenggalek ke PT Winaros Pasuruan," ungkapnya.
Ia mengakui jika minat siswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi masih tergolong rendah atau sekitar 25 persen dan memilih untuk bekerja.
Salah satunya, 17 siswa yang belum lulus sudah diberangkatkan kerja dan sampai hari ini 100 persen sudah bekerja di outlet Alfamart Trenggalek, Tulungagung, dan tiga lainjya ditempatkan di Kediri.
Baca Juga:
Dindik Pacitan Ungkap Murid Desil 1-2 Masih Bersekolah di Negeri, 9 Siswa Masuk Sekolah Rakyat"Jadi sekolah kami menjadi satu-satunya sekolah yang setiap tahunnya langsung bekerja di Alfamart Trenggalek," tandasnya.
Ia menyampaikan, SMK 1 Islam Durenan berdiri sejak tahun1988 dan hanya memiliki jurusan akuntansi perkantoran. Seiring berjalannya waktu, sekarang sudah dikembangkan menjadi 6 jurusan.
Antara lain, Teknik Komputer Jaringan (TKJ), Multimedia Produksi dan Siaran Telivisi (PSPT), Animasi, dan Manajemen Perkantoran.
"Dari tahun ke tahun jumlah siswa yang diterima alhamdulillah stabil," paparnya.
Dari data yang dihimpun, jumlah siswa di SMK 1 Durenan dari kelas 10, 11, dan 12 sekitar 550 siswa dan terbagi menjadi 23 kelas dari berbagai jurusan. Termasuk telah dibuka peminatan bahasa asing Jepang, Korea, serta Inggris. Sedangkan peminatan bahasa asing tersebut sifatnya wajib bagi siswa selama 4 jam (*)