KETIK, MALANG – Sektor Jasa Keuangan (SJK) di wilayah kerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang menunjukkan kinerja positif di tengah ketidakpastian geopolitik dan tekanan inflasi global.
Penyaluran kredit dan pembiayaan perbankan hingga Juli 2026 tercatat mencapai Rp112,32 triliun. Angka ini tumbuh 3,62 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp108,39 triliun.
Kepala OJK Malang Farid Faletehan, pada Selasa, 15 September 2026 mengatakan bahwa pertumbuhan tersebut menunjukkan sektor perbankan di wilayah kerjanya tetap berjalan stabil.
“Penyaluran kredit perbankan di wilayah kerja OJK Malang tumbuh 3,62 persen yoy dari Rp108,39 triliun (Juli 2025) menjadi Rp112,32 triliun (Juli 2026),” kata Farid.
Berdasarkan jenis penggunaannya, Kredit Investasi mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 7,39 persen yoy.
Baca Juga:
Pasar Modal Bergairah dan Kredit Tumbuh Rp112 T, OJK Sebut Ekonomi Malang SolidMeski demikian, porsi terbesar penyaluran kredit masih berada pada sektor Modal Kerja. Nilainya mencapai Rp45,28 triliun atau sekitar 40,32 persen dari total kredit dan pembiayaan.
Sementara itu, penyaluran kredit berdasarkan sektor ekonomi masih didominasi oleh Rumah Tangga dengan nilai Rp32,89 triliun atau 29,28 persen.
Kemudian sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor juga menyerap kredit sebesar Rp21,09 triliun atau 18,78 perse.
Selain penyaluran kredit, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) di wilayah kerja OJK Malang juga mengalami pertumbuhan positif.
Baca Juga:
Dorong Guru Jadi Ujung Tombak Literasi Keuangan, OJK Edukasi Ratusan Pendidik di ProbolinggoHingga 31 Juli 2026, total DPK tercatat mencapai Rp108,09 triliun. Angka tersebut tumbuh 3,87 persen yoy.
"Pertumbuhan DPK ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan masih terjaga di tengah dinamika ekonomi global," pungkasnya. (*)