KETIK, PEMALANG – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) bersama Pemerintah Desa Babakan, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang menggelar khitan massal dan santunan anak yatim.
Kegiatan sosial yang telah menjadi agenda rutin tersebut dilaksanakan di Pendopo Balai Desa Babakan dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat, Rabu, 15 Juli 2026.
Sebanyak 17 anak mengikuti khitan massal. Dari jumlah tersebut, 10 anak berasal dari Desa Babakan, sedangkan tujuh lainnya berasal dari berbagai desa di Kecamatan Bodeh. Selain itu, panitia juga menyalurkan santunan kepada 31 anak yatim.
Ketua Panitia, Ulil Azmi, mengatakan jumlah peserta khitan massal tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang diikuti 16 anak.
"Semoga anak-anak yang dikhitan menjadi anak yang saleh. Kami juga bersyukur dapat menyalurkan santunan kepada 31 anak yatim," ujarnya.
Baca Juga:
Peringati Muharam 1448 H, Bupati Ajak Masyarakat Jadikan Hijrah sebagai Semangat Membangun DaerahUlil mengungkapkan, panitia berhasil menghimpun dana sebesar Rp48.860.000 dari para donatur dan masyarakat. Dengan meningkatnya dana yang terkumpul, nilai santunan yang diterima setiap anak yatim juga bertambah sekitar 70 persen dibandingkan tahun lalu.
"Tahun kemarin setiap anak menerima Rp600 ribu, sekarang naik sekitar 70 persen. Terima kasih kepada seluruh donatur dan para dermawan yang telah menyisihkan rezekinya. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi para penerima," katanya.
Ia berharap kegiatan sosial tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun. Menurutnya, keberlangsungan kegiatan sangat bergantung pada semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat.
Baca Juga:
Camat Bodeh Pemalang: Panitia dan Pengawas Pilkades Kebandaran Harus Sukseskan Pemilihan, Bukan Calon Kades"Semoga ekonomi warga Babakan semakin baik sehingga kegiatan ini bisa terus berjalan," tambahnya.
Kepala Desa Babakan, Kustoni BR, berharap tradisi santunan anak yatim dan khitan massal tetap dilanjutkan meskipun nantinya dirinya tidak lagi menjabat sebagai kepala desa.
"Mudah-mudahan setelah saya tidak menjabat, kegiatan santunan dan sunat massal ini tetap dilaksanakan," ucapnya.
Kustoni menjelaskan, sebelum prosesi khitan dimulai, seluruh peserta diarak mengelilingi Desa Babakan. Kirab tersebut menjadi simbol permohonan doa restu sekaligus ungkapan terima kasih kepada masyarakat yang telah mendukung kegiatan.
Ia menambahkan, santunan anak yatim di Desa Babakan telah rutin dilaksanakan sejak 2007, sedangkan program khitan massal dimulai pada 2022.
Rangkaian kegiatan juga diisi tausiyah oleh Kyai Ahmad Sodikin. Dalam ceramahnya, ia mengajak masyarakat menghidupkan amalan di bulan Muharram, di antaranya memperbanyak istigfar, menyantuni anak yatim, menjalankan puasa pada 1 hingga 10 Muharram, serta melaksanakan khitan bagi anak laki-laki.
Sementara itu, Camat Bodeh Harinto menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Babakan, Pengurus Ranting NU, dan seluruh masyarakat yang telah menyelenggarakan kegiatan sosial tersebut.
"Kami dari jajaran Pemerintah Kecamatan Bodeh mengapresiasi kegiatan positif yang dilakukan Pemerintah Desa Babakan bersama masyarakat. Semoga niat baik ini mendapatkan keberkahan dunia dan akhirat," katanya.
Harinto juga mendoakan seluruh peserta khitan agar segera pulih dan tumbuh menjadi anak-anak yang saleh. Pada kesempatan itu, ia turut meminta doa masyarakat menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 15 desa di Kecamatan Bodeh agar berjalan aman, lancar, dan kondusif.
Ia berharap kegiatan khitan massal dan santunan anak yatim seperti yang dilaksanakan di Desa Babakan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kecamatan Bodeh.(*)