KETIK, JAKARTA – TNI AL resmi memiliki alutsista kebanggaan terbaru berupa kapal induk yang dinamakan sebagai KRI Sriwijaya-100. Ini menempatkan Indonesia sebagai negara kedua di ASEAN, setelah sebelumnya Thailand yang telah memiliki kapal induk dengan nama HTMS Chakri Naruebet.
Meski begitu, KRI Sriwijaya-100 bukanlah kapal baru sepenuhnya. Dulunya, kapal tersebut dimiliki oleh Angkatan Laut Italia dan memiliki nama ITS Giuseppe Garibaldi dengan nomor lambung C 551.
Dirunut dari sejarahnya, kapal ini lahir dari kebutuhan Marina Militare atau Angkatan Laut Italia pada tahun 1970 yang mencari platform untuk pesawat yang mampu memberikan dukungan udara terus menerus bagi kelompok kapal permukaan Italia di Laut Mediterania. Hal itu terwujud dalam program pembuatan kapal induk ringan yang terklarifikasi sebagai kapal penjelajah pengangkut pesawat.
Proyek pun dimulai pada tahun 1978 dikerjakan oleh Ficantieri di galangan Monafalcone dan rampung pada tahun 1983. Selanjutnya, kapal itu dinamai Giuseppe Garibaldi yang merupakan tokoh pahlawan militer dan resmi bergabung sebagai armada Angkatan Laut Italia pada tahun 1985.
Di atas geladaknya, selalu berjajar helikopter serta pesawat tempur AV-8B Harrier yang memiliki kemampuan terbang dan mendarat secara vertikal. Selama beroperasi bersama Angkatan Laut Italia, kapal ini diterjunkan ke beberapa operasi militer skala besar.
Baca Juga:
Direktur Utama Megah Group Hadiri Upacara Peringatan HUT TNI ke-81 di Pendopo Kongas Arum Kusumaning BongsoRekam jejaknya meliputi operasi yang berkaitan dengan Somalia pada tahun 1990. Setelah itu beroperasi di Laut Adriatik selama konflik Kosovo pada tahun 1999.
Di tahun 2001, kapal ini dikerahkan sebagai bagian dukungan dari Italia terhadap Operasi Enduring Freedom di Afghanistan. Lalu di 2006 serta 2011, dikerahkan dalam krisis Lebanon serta intervensi militer di Libya.
Menjelang akhir masa baktinya, fungsi kapal ini bergeser secara bertahap ke arah misi keamanan maritim serta dukungan bagi pasukan amfibi.