KETIK, PASURUAN – DT Pastry Bakery SMAN 1 Gondangwetan kembali mendapatkan kepercayaan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada kegiatan Pembukaan MPLS Ramah Tahun Pelajaran 2026/2027 tingkat nasional yang diselenggarakan di SMKN 2 Singosari, Kabupaten Malang, Senin, 13 Juli 2026.
Kepercayaan tersebut diwujudkan melalui pesanan sebanyak 500 cup Dawet Cen Ayu dan 200 Roti Pisang yang dipesan melalui Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Pasuruan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi tamu undangan pada acara tersebut.
Pesanan dalam jumlah besar ini menunjukkan bahwa kualitas produk yang dihasilkan oleh Kelompok Usaha Siswa (KUS) Double Track (DT) Pastry Bakery SMAN 1 Gondangwetan telah memenuhi standar kegiatan resmi tingkat provinsi.
Seluruh proses produksi dilakukan secara profesional dan terfokus pada kualitas rasa, kebersihan, keamanan pangan, serta ketepatan waktu pengiriman.
Kegiatan produksi melibatkan guru pembimbing atau para trainer dan alumni Program Double Track bersama KUS yang telah mendapatkan pelatihan tata boga. Mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, pengemasan hingga distribusi dilakukan dengan perencanaan yang matang agar semua produk tetap segar dan siap disajikan saat acara pembukaan MPLS Ramah 2026.
Baca Juga:
MPLS Ramah 2026 Resmi Dibuka di SMAN 1 GondangwetanEry Widyastuti, Kepala SMAN 1 Gondangwetan menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolah.
"Kepercayaan tersebut menjadi kebanggaan dan semangat bagi SMAN 1 Gondangwetan untuk terus meningkatkan kualitas produk dan mengembangkan inovasi Program Double Track. Pesanan dalam jumlah besar dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan ITS menunjukkan bahwa produk karya Kelompok Usaha Siswa (KUS) memiliki kualitas yang cukup baik dan layak dipercaya untuk mendukung kegiatan resmi tingkat provinsi," tuturnya.
Sementara itu, salah satu trainer DT Pastry Bakery SMAN 1 Gondangwetan, Dian Sri Pujiastutik, menyampaikan bahwa pesanan tersebut menjadi pengalaman nyata bagi siswa DT dalam mengelola usaha secara profesional.
"Kami tidak hanya mengajar cara membuat produk, tetapi juga membentuk budaya kerja industri, mulai dari perencanaan produksi, pengendalian kualitas, pengemasan hingga pelayanan kepada pelanggan. Orderan sebanyak 500 cup Dawet Cen Ayu dan 200 Kue Pisang ini menjadi pengalaman belajar yang sangat berharga bagi siswa DT untuk memahami secara langsung dunia kerja dan dunia usaha," ungkapnya.
Baca Juga:
Kadindik Jatim: MPLS Ramah 2026 Jadi Ajang Kampanye Antirokok dan VapeSu’udatul Lutviani, alumni siswa DT Pastry Bakery yang selalu aktif membantu dalam mengembangkan program DT merasa bangga karena karya mereka bisa dinikmati oleh tamu-tamu penting dalam acara nasional.
"Kami senang dan bangga karena produk kami dipercaya menjadi bagian dari acara besar," ujarnya.
Program Double Track di SMAN 1 Gondangwetan dirancang agar siswa DT memiliki kemampuan dan semangat berwirausaha. Melalui unit produksi seperti DT Pastry Bakery, mereka mendapatkan keterampilan teknis serta pengalaman langsung dalam melayani pesanan dari masyarakat, lembaga pemerintah, maupun industri.
Kepercayaan yang diberikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Pasuruan semakin memperkuat posisi SMAN 1 Gondangwetan sebagai sekolah yang mampu mengintegrasikan pendidikan akademik dengan kewirausahaan.
Selanjutnya, DT Pastry Bakery SMAN 1 Gondangwetan diharapkan terus berkembang menjadi unit produksi yang dapat memberikan contoh, yang mampu menghasilkan lulusan yang memiliki karakter, kemampuan, serta siap untuk berwirausaha maupun memasuki dunia kerja. Semangat inovasi tersebut sejalan dengan visi sekolah dalam mencetak SATRIA SMAGONTA yang berjiwa wirausaha. (*)