KETIK, JEMBER – Isu mengenai peluang Bupati Jember Muhammad Fawait maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) 2029 mulai menjadi perbincangan di tingkat akar rumput. Wacana tersebut kembali mencuat dalam Rapat Paripurna IV DPRD Jember, Senin, 14 September 2026.
Pembahasan itu muncul saat DPRD Jember menggelar agenda penyampaian pendapat akhir fraksi-fraksi sekaligus Persetujuan Bersama terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.
Di tengah agenda tersebut, beredar kabar bahwa Gus Fawait, sapaan akrab Muhammad Fawait, masuk dalam proyeksi untuk mengikuti kontestasi Pilgub Jatim 2029. Namun, hingga kini belum ada pernyataan mengenai keputusan resmi terkait pencalonan tersebut.
Menanggapi isu tersebut, Gus Fawait mengatakan dirinya masih ingin berkonsentrasi menjalankan pemerintahan dan merealisasikan berbagai program di Kabupaten Jember. Ia memilih tidak terlalu jauh membahas kontestasi politik yang masih berlangsung beberapa tahun lagi.
"Ya, saya pikir doa baik semua, apapun itu selama baik, kita amini. Urusan nanti di Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah), Pilgub masih lama, urusan beliau-beliau (pimpinan partai) yang di Jakarta. Saya kerja saja, saya ingin mengentaskan kemiskinan (di Jember)," tuturnya.
Baca Juga:
Setujui Tambahan Anggaran Rp223 Miliar di Perubahan APBD 2026, Ini Penjelasan Ketua DPRD JemberGus Fawait menegaskan dirinya akan tetap menjalankan tugas yang diberikan partai. Ia menyatakan siap ditempatkan di Jember ataupun daerah lain sesuai keputusan pimpinan partai.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa Gus Fawait belum memprioritaskan pembahasan mengenai Pilgub Jatim 2029. Ia memilih mengarahkan perhatian pada pekerjaan pemerintahan, khususnya upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jember.
"Apapun tugas dari partai, ya kita sebagai kader kita siap saja. Mau di Jember tetap siap, tidak boleh nyalon lagi, ya kita juga harus siap, atau ditugaskan di mana juga, kita harus siap," tegasnya.
Isu mengenai peluang Gus Fawait masuk bursa Pilgub Jatim 2029 pun untuk sementara masih sebatas pembicaraan di tingkat akar rumput. Sementara itu, Bupati Jember tersebut menyatakan akan tetap fokus menjalankan program pemerintahan dan target pembangunan di Kabupaten Jember. (*)