KETIK, BATU – Desa Wisata Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, berhasil menempati peringkat keenam dalam daftar 10 Desa Wisata Terbaik Jawa Timur pada ajang Wonderful Indonesia Award (WIA) 2026.

Capaian tersebut diraih setelah Sumbergondo melewati proses kurasi yang diikuti puluhan desa wisata dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Onny Ardianto mengatakan, pencapaian Sumbergondo menjadi kebanggaan sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan potensi wisata yang melibatkan masyarakat mampu mendapat pengakuan di tingkat Jawa Timur.

“Ini sebuah kebanggaan tersendiri bagi kami, Dinas Pariwisata Kota Batu, dapat menghantarkan Desa Wisata Sumbergondo masuk ke dalam 10 Desa Wisata Terbaik Jawa Timur dalam ajang WIA 2026,” ujarnya, Selasa, 18 Agustus 2026.

Proses kurasi WIA 2026 berlangsung melalui tahapan penilaian yang cukup ketat. Sebanyak 60 desa wisata tercatat mengikuti proses pendaftaran. Dari jumlah tersebut, 38 desa wisata kemudian diusulkan pemerintah kabupaten dan kota untuk mengikuti tahap kurasi.

Baca Juga:
Kebakaran Hutan Melanda Tahura Raden Soerjo, Seluruh Jalur Pendakian Arjuno-Welirang Ditutup

Penilaian dilakukan oleh tiga kurator independen yang berasal dari kalangan akademisi, komunitas, dan praktisi pariwisata. Mereka menggunakan sejumlah indikator yang telah ditetapkan sebelum menentukan 10 desa dan kampung wisata dengan nilai terbaik.

Dalam hasil tersebut, Desa Wisata Sumbergondo berada di posisi keenam. Posisi pertama ditempati Kampoeng Heritage Kajoetangan, Kota Malang, disusul Desa Wisata Poncokusumo, Kabupaten Malang, dan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso.

Selanjutnya, posisi keempat ditempati Desa Klepu Jayandaru, Kabupaten Ponorogo, sedangkan posisi kelima diraih Desa Wisata Bahari Nglebeng, Kabupaten Trenggalek.

Setelah Sumbergondo, posisi ketujuh hingga kesepuluh masing-masing ditempati Bira Tengah, Kabupaten Sampang; Kampung Majapahit Bejijong, Kabupaten Mojokerto; Ngringinrejo, Kabupaten Bojonegoro; serta Kampung Lawas Maspati, Kota Surabaya.

Baca Juga:
BPN Kota Batu Temukan Sisa Anggaran, 150 Sertifikat Tanah Tambahan Bakal Diberikan ke Warga

Onny menyebut keberhasilan Sumbergondo tidak terlepas dari konsistensi pengelola bersama masyarakat dalam menggali dan mengembangkan potensi desa.

Menurutnya, pengembangan tersebut semakin kuat ketika pemerintah daerah dan masyarakat memiliki arah yang sama.

“Ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah dan desa wisata mampu menghasilkan inovasi yang membanggakan,” katanya.

Meski telah masuk jajaran 10 besar WIA 2026, Onny menegaskan pencapaian tersebut bukan menjadi akhir dari proses pengembangan Desa Wisata Sumbergondo. Prestasi tersebut justru harus menjadi pemacu untuk meningkatkan kualitas destinasi dan pelayanan kepada wisatawan.

“Masuknya Sumbergondo dalam 10 besar WIA 2026 bukan akhir dari proses pengembangan,” ujarnya.

Ia menilai pengembangan ke depan perlu terus diarahkan pada peningkatan kualitas pengelolaan destinasi, pelayanan wisatawan, inovasi, sekaligus menjaga kearifan lokal yang menjadi bagian dari karakter desa wisata.

Bagi Kota Batu, capaian Sumbergondo menambah potensi desa wisata yang mampu menunjukkan daya saing di tingkat regional.

Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga memperkuat karakter destinasi dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat desa.

Onny berharap sinergi antara pemerintah, pengelola desa wisata, masyarakat, komunitas, dan pelaku pariwisata dapat terus diperkuat agar semakin banyak destinasi di Jawa Timur yang mampu berkembang dan memiliki daya saing.

WIA 2026 sendiri menjadi wadah apresiasi bagi desa wisata dan kampung wisata yang dinilai mampu mengembangkan destinasi unggulan, melibatkan masyarakat dalam pengelolaannya, serta memberikan dampak positif terhadap perkembangan sektor pariwisata. (*)