KETIK, TEGAL – Tradisi Sedekah Waduk Cacaban kembali dilaksanakan di Destinasi Tempat Wisata (DTW) Waduk Cacaban, Desa Penujah, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, Kamis, 9 Juli 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini tidak hanya menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas karunia sumber daya alam, melainkan juga momentum strategis untuk mendorong kawasan tersebut menjadi ikon wisata budaya unggulan daerah.
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman yang hadir langsung dalam puncak acara menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), tokoh adat, pelaku seni, pelaku UMKM, dan seluruh warga yang berperan menjaga keberlangsungan tradisi warisan leluhur ini.
“Sedekah Waduk Cacaban bukan sekadar agenda tahunan, melainkan wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan. Waduk ini memiliki peran sangat vital: mengairi lahan pertanian, mendukung sektor perikanan, hingga menjadi kebanggaan wisata Kabupaten Tegal,” terang Ischak.
Pemerintah Kabupaten Tegal terus memperkuat daya tarik kawasan melalui pembangunan sejumlah fasilitas penunjang.
Baca Juga:
Jalan Jagalempeni - Tegalgandu Mulus, Petani dan UMKM Wanasari Brebes Rasakan Dampak EkonomiSaat ini sudah tersedia jalur lari, gardu pandang, serta perahu wisata yang kualitasnya terus ditingkatkan. Tahun ini, pemerintah juga akan membangun kawasan perkemahan lengkap dengan fasilitas pendukungnya.
“Kami berharap fasilitas yang semakin lengkap ini dapat mendatangkan lebih banyak wisatawan, sehingga berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar dan pelaku usaha mikro kecil menengah,” tambahnya.
Selain pengembangan infrastruktur, Bupati mengingatkan pengelola untuk mengutamakan keselamatan pengunjung, terutama dengan melengkapi setiap perahu wisata sesuai standar keselamatan yang berlaku.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Tegal Mujahidin menjelaskan tradisi ini telah berjalan turun-temurun dan menjadi identitas budaya masyarakat setempat.
Baca Juga:
Bupati Harda Apresiasi Seniman Lokal, Sukses Bawa Nama Sleman di TMII"Kegiatan ini sekaligus mempererat kebersamaan serta menumbuhkan kepedulian generasi penerus terhadap aset yang menjadi sumber kehidupan ini," ucapnya.
Rangkaian kegiatan Sedekah Waduk Cacaban 2026 dimulai Rabu, 8 Juli 2026, meliputi lomba mewarnai tingkat taman kanak-kanak, pengajian umum, lomba memancing, arak-arakan ikan, hingga pentas seni tradisional. Puncak acara ditandai doa bersama, perebutan gunungan berisi produk unggulan lokal, serta prosesi adat melarung kepala kerbau ke tengah perairan sebagai simbol harapan keberkahan dan kelestarian sumber daya alam.
Sutrisno, warga Desa Penujah, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya karena tradisi ini terus terjaga dan mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah.
“Kami senang acara ini tetap berjalan setiap tahun, selain sebagai bentuk syukur, kami juga berharap Waduk Cacaban semakin dikenal luas,” ujarnya. (*)