KETIK, JEMBER – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Sumber Wringin, Jember.

Hal ini untuk mendukung oenguatan tata kelola kelembagaan melalui pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel menjadi salah satu tantangan penting bagi pondok pesantren di tengah perkembangan zaman.

Kegiatan bertema “Peningkatan Kapasitas SDM dalam Penyusunan Laporan Keuangan Berkelanjutan guna Menciptakan Tata Kelola di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Sumber Wringin Jember” ini bertujuan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia pesantren dalam menyusun laporan keuangan sekaligus memperkuat praktik tata kelola kelembagaan yang profesional.

Program tersebut dilaksanakan melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN KHAS Jember dengan menugaskan tim dari FEBI. Tim dipimpin Agung Parmono, S.E., M.Si., dosen Akuntansi Syariah, bersama tiga anggota, yakni Dr. Siti Alfiah, M.E., dosen Ekonomi Syariah; Luluk Musfiroh, M.Ak., dosen Akuntansi Syariah; serta Fatimatuz Zahro, M.SE.I., dosen Ekonomi Syariah.

Untuk memperkuat materi dan perspektif akademis, kegiatan ini turut menghadirkan Prof. Dr. Ahmad Roziq, S.E., M.M., Ak., guru besar Universitas Jember di bidang Akuntansi Syariah, sebagai narasumber.

Baca Juga:
Rawat Solidaritas Antargenerasi, Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember Luncurkan Pusat Studi Lansia

Dalam konteks perkembangan pendidikan nasional, tata kelola keuangan yang baik semakin dibutuhkan oleh pesantren. Lembaga pendidikan Islam ini tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pemberdayaan masyarakat.

Karena itu, pengelolaan kelembagaan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada keberlanjutan menjadi kebutuhan strategis.

Pengesahan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren turut memperkuat pengakuan negara terhadap keberadaan dan peran pesantren. Seiring terbukanya peluang pengembangan program dan kemitraan, pesantren dituntut memiliki sistem administrasi serta pelaporan keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Namun, upaya membangun tata kelola yang baik tidak cukup hanya mengandalkan aturan administratif. Diperlukan sumber daya manusia yang memahami prinsip akuntansi, memiliki keterampilan menyusun laporan keuangan, serta mampu menerapkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan lembaga.

Baca Juga:
UIN KHAS Jember Tancap Gas Digitalisasi, 50 Tendik Digembleng AI dan Dibidik Sertifikasi BNSP

Melalui kegiatan pengabdian ini, FEBI UIN KHAS Jember berupaya menjembatani kebutuhan pesantren terhadap penguatan kapasitas pengelola dengan pengetahuan dan praktik akuntansi yang relevan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun sistem pengelolaan keuangan yang lebih tertib, terukur, dan berkelanjutan.

Antusiasme pengurus Pondok Pesantren Raudlatul Ulum terlihat dari harapan agar kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai program pelatihan sesaat, tetapi berkembang menjadi kerja sama jangka panjang antara pesantren dan perguruan tinggi.

Ustaz Muklis, salah seorang peserta, menyampaikan harapannya agar hubungan kelembagaan antara Pondok Pesantren Raudlatul Ulum dan UIN KHAS Jember semakin erat. Ia berharap kerja sama tersebut dapat membuka kesempatan bagi lulusan pesantren untuk melanjutkan pendidikan tinggi, khususnya dalam bidang Akuntansi Syariah.

"Pengembangan kompetensi santri di bidang tersebut berpotensi memberikan manfaat ganda. Selain memperluas akses pendidikan, langkah ini juga dapat menyiapkan generasi santri yang memiliki keahlian dalam pengelolaan keuangan sesuai prinsip syariah," ujarnya.

Harapan serupa disampaikan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Kiai Ali Lutfi. "Harapannya, kegiatan penguatan kapasitas sumber daya manusia dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, sejalan dengan tema pengabdian yang diusung oleh tim FEBI UIN KHAS Jember," katanya.

Menanggapi harapan tersebut, Agung Parmono selaku ketua tim menyatakan kesiapan UIN KHAS Jember, khususnya FEBI, untuk menjalin kerja sama berkelanjutan dengan pihak pesantren.

"Untuk kemitraan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama dalam bidang pengabdian kepada masyarakat," ucapnya.

Sementara itu, Prof. Ahmad Roziq menekankan pentingnya kolaborasi antara kalangan akademisi dan pesantren dalam mengembangkan pengetahuan serta praktik tata kelola kelembagaan. Sinergi kedua pihak dinilai dapat melahirkan pendekatan dan wawasan baru yang sesuai dengan kebutuhan pengelolaan pesantren di tengah perubahan zaman.

Kegiatan ini diharapkan menjadi pijakan bagi Pondok Pesantren Raudlatul Ulum untuk terus memperkuat kapasitas pengelola, meningkatkan kualitas pelaporan keuangan, serta membangun tata kelola yang transparan dan akuntabel.

Lebih dari sekadar peningkatan kemampuan teknis, penguatan sumber daya manusia dalam pengelolaan keuangan menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan keberlanjutan pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang memiliki peran strategis bagi umat. (*)