KETIK, BLITAR – Lupakan sejenak bayangan panggung Agustusan yang identik dengan kursi plastik, tumpeng, dan pidato panjang.

Warga RW 5 Lingkungan Ngrebo, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, justru mengubah perkampungan mereka menjadi arena pesta musik saat Panggung Merdeka digelar pada Sabtu 29 Agustus 2026 malam.

Panggung megah lengkap dengan tata cahaya, sound system, hingga layar videotron membuat suasana perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 tersebut terasa lebih mirip konser musik ketimbang acara kampung pada umumnya.

Ratusan warga pun tumplek blek menikmati pertunjukan yang mengusung semangat “Merdeka, Bersatu, Berkarya”.

Yang membuat suasana semakin pecah, panggung tidak hanya diisi musisi profesional, tetapi juga talenta lokal yang menamakan diri mereka “Artis RW 5”.

Baca Juga:
Lomba 17 Agustus DPRD Kabupaten Blitar: Jabatan Dikesampingkan, Hadiah Kambing Jadi Sorotan

Mereka berkolaborasi dengan grup musik Gajah Mada Rock Dangdut, menghadirkan perpaduan musik rock dan dangdut khas Jawa Timuran yang sukses membuat penonton ikut bernyanyi hingga bergoyang bersama.

Dari anak-anak, anak muda, hingga orang tua, semuanya melebur di tengah kemeriahan malam.

Ketua RW 5, Prawoto Sadewo, mengatakan konsep Panggung Merdeka sengaja dibuat berbeda agar perayaan kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni tahunan.

Menurutnya, kemerdekaan juga bisa dirayakan melalui ruang yang membuat masyarakat bertemu, berinteraksi, sekaligus menunjukkan potensi yang dimiliki warga.

Baca Juga:
Dari Perang Bantal hingga Hadiah Ayam, Jamaluddin Idham Hadirkan Keceriaan HUT RI di Abdya

“Kami ingin mengubah stigma. Acara tingkat RW bukan berarti harus seadanya atau sekadar seremonial potong tumpeng dan kumpul-kumpul formal. Panggung Merdeka ini adalah hajatan dari warga dan untuk warga,” ujar Prawoto.

Bagi Prawoto, kemegahan panggung bukan tujuan utama.

Justru, menurut dia, nilai terpenting dari acara tersebut adalah ketika warga dengan latar belakang dan usia berbeda bisa berkumpul dalam satu ruang tanpa sekat.

“Yang paling penting dari acara ini adalah kebersamaan. Di sini anak-anak, anak muda, orang tua, semuanya berkumpul dan menikmati acara bersama. Tidak ada sekat. Inilah salah satu bentuk persatuan yang ingin kami bangun,” jelasnya.

Ia menyebut konsep panggung profesional juga menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan kekompakan warga RW 5.

Potensi seni yang selama ini berada di lingkungan kampung, kata Prawoto, akhirnya mendapatkan panggung yang layak untuk ditampilkan di hadapan masyarakat.

“Warga kami punya potensi seni yang luar biasa. Saat diberikan wadah panggung bertaraf profesional dengan lighting dan sound system yang mantap, energi dan semangat kemerdekaan itu benar-benar terasa membakar,” katanya.

Kolaborasi tersebut juga menghadirkan musisi asal Sidoarjo, Hans Markus, yang turut menambah warna dalam pertunjukan malam itu.

Prawoto mengatakan suasana yang tercipta menjadi gambaran bahwa perayaan kemerdekaan bisa menjadi ruang untuk memperkuat hubungan sosial masyarakat.

“Semua warga dari yang muda sampai yang tua melebur, bergoyang, dan menikmati malam bersama tanpa sekat,” tambahnya.

Di balik meriahnya lampu panggung dan dentuman musik, Panggung Merdeka RW 5 sekaligus menjadi hasil gotong royong warga.

Persiapan acara melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemuda, panitia, tokoh masyarakat, pelaku seni, hingga warga yang memberikan tenaga, waktu, pikiran, dan dukungan untuk menyukseskan kegiatan.

Prawoto pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.

“Saya atas nama pengurus RW 5 mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh warga dan semua pihak yang sudah membantu. Tanpa gotong royong, kekompakan, tenaga, pikiran, waktu, dan dukungan dari semuanya, acara sebesar ini tidak mungkin terlaksana,” pungkasnya.

Kemeriahan HUT RI di RW 5 belum berhenti ketika musik terakhir ditutup.

Pada Minggu 30 Agustus 2026 pagi, warga kembali berkumpul dalam kegiatan jalan sehat.

Berbagai doorprize disiapkan panitia untuk menambah antusiasme peserta sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan di lingkungan tersebut.

Jika malam sebelumnya warga disatukan lewat musik dan panggung, pagi harinya mereka kembali dipertemukan melalui aktivitas bersama.

Rangkaian kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari Cobaliquid, HIA Event Production, PT Data Buana Nusantara, serta berbagai pihak dan warga yang ikut berkontribusi.

Bagi warga RW 5, semarak kemerdekaan akhirnya bukan hanya soal seberapa megah panggung yang berdiri di tengah kampung.

Lebih dari itu, ada cerita tentang satu lingkungan yang berhasil menjadikan perayaan kemerdekaan sebagai alasan untuk kembali berkumpul, bernyanyi, tertawa, dan merawat gotong royong.

Sebab terkadang, semangat kemerdekaan memang tidak perlu pidato panjang.

Cukup satu panggung, satu kampung, dan ratusan warga yang memilih untuk merayakannya bersama.