KETIK, JAKARTA – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa, tenda haji bukan lagi milik kelompok, akan tetapi milik jemaah bersama. Pernyataan ini disampaikan Irfan saat melakukan peninjauan langsung ke tenda-tenda jemaah Indonesia di Arafah, Kamis 21 Mei 2026 Waktu Arab Saudi (WAS).

Irfan mengatakan, pernyataan ini disampaikan menyusul kerap terjadinya klaim oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) tentang penguasaan tenda.

"Tidak boleh ada lagi tenda yang diklaim oleh kelompok. Semua jemaah setara," katanya. 

Selain imbauan, Irfan juga langsung mengambil langkah tegas dengan mencopot berbagai atribut KBIHU dan spanduk yang terpasang di area tenda.

Dengan pencopotan itu, diharapkan semua jemaah bisa mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

Karena seluruh rangkaian dan pengaturan mulai dari penempatan tenda, pembagian kloter, hingga mobilitas jemaah, adalah di bawah kendali PPIH.

“Seluruh pengaturan dilakukan terpusat oleh PPIH agar layanan lebih tertib dan terukur,” katanya.

Jika masih ditemukan hal serupa, pemerintah tidak segan-segan untuk menjatuhkan sanksi kepada KBIHU yang terbukti melakukan penguasaan tenda demi kepentingan kelompok.

“Kalau ditemukan pelanggaran, tentu akan ada tindakan tegas,” pungkasnya. (*)

Baca Juga:
Gubernur Khofifah: Embarkasi Baru di Bandara Dhoho Dioperasikan Mulai 2027, Layani Jemaah Haji asal 15 Daerah di Jatim
Baca Juga:
Sambut Kepulangan Haji Kloter Terakhir Debarkasi Surabaya, Gubernur Khofifah Sapa Jemaah Tertua dan Apresiasi Keteguhan Ibadah Nenek Raminten