KETIK, SURABAYA – Berdasarkan peristiwa ledakan yang terjadi di Pakuwon City pada Selasa, 6 Oktober 2026 yang berkaitan dengan kebocoran gas LPG, diduga sebelum kejadian sang koki sempat mencium bau gas. Jadi hal itu sekarang bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat.

Saat mencium bau gas, jangan jadi pemicu, langsung matikan api, cabut colokan listrik, nyalakan atau matikan lampu. Jangan asal, apalagi sembari merokok. Setelah itu, langsung keluar dari area yang tercium gas. 

Jika bau hingga area sebelah ruang yang terdapat bau gas, jangan ada yang masuk untuk cari tahu sumbernya, pastikan orang-orang jauh dari area yang tercium gas. Situasi darurat, langsung hubungi petugas call 112.

Dikutip dari Instagram @call112surabaya pada Rabu, 7 Oktober 2026, gas yang bocor biasanya akan turun ke bawah di dekat lantai. Maka dari itu, tempatkan gas dekat dengan ventilasi agar gas tidak menumpuk di area rendah dan tidak menyebar di ruangan. Gas yang dikeluarkan LPG lebih berat dari udara, sehingga jangan biarkan ruangan minim pertukaran udara.

Sebelum kejadian gas bocor terjadi, pastikan tempat gas LPG berposisi tegak, punya sirkulasi udara dan jauh dari panas atau api, kalau bisa ditempatkan di luar ruangan. Tak hanya itu, tempat LPG juga harus punya ventilasi bawah agar gas tidak terjebak dalam ruangan.

Baca Juga:
Imbas Ledakan di Ruko Pakuwon City Surabaya, Jalan Ditutup Sementara untuk Umum

Pemasangan LPG juga harus diperhatikan, sebelum pasang regulator pastikan gas normal dengan menggunakan air sabun, jika muncul gelembung jangan digunakan dan langsung bawa tabung gas ke luar ruangan. Kalau sudah aman, pastikan regulator terpasang rapat dan benar, selang tidak retak, rusak maupun tertekuk dan sambungan tidak longgar.

Bau gas tidak hanya hal yang sepele, kenali tanda-tandanya pasang dengan benar dan cek sebelum digunakan. Jadi lebih hati-hati dengan gas LPG ya. (*)

Baca Juga:
Ledakan di Pakuwon City Gemparkan Warga, Getarannya Terasa hingga 5 Meter