KETIK, MALANG – Memegang predikat sebagai Kota Pendidikan, tingkat pegangguran terbuka (TPT) Kota Malang justru tembus 5,69 persen. Angka tersebut membuat Kota Malang menjadi salah satu daerah dengan TPT tertinggi di Jawa Timur.
Hal tersebut menjadi sorotan DPRD Kota Malang dalam Rapat Paripurna Penyampaian Pendapat Fraksi terhadap Rancangan KUA PPAS APBD 2027.
Wakil Ketua II DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwono menjelaskan tingginya pengangguran terbuka harus menjadi perhatian dari pemerintah daerah. Terlebih angka tersebut dipengaruhi oleh banyaknya perguruan tinggi yang berada di Kota Malang.
"Memang Kota Malang itu termasuk yang tertinggi ya di Jawa Timur. Karena mengingat memang daerah pendidikan, banyak kampus, dan mungkin kalau dihitung pasti yang bekerja di sektor informalnya masih tinggi. Sehingga ini menjadi perhatian," ujarnya, Senin, 21 September 2026.
Baca Juga:
Cuma Sampai 25 September! Mooncake Sultan Malang Harga 100 Ribuan, Kuning Telurnya Mirip Bulan PurnamaBerdasarkan catatan di BPS Provinsi Jawa Timur, Kota Malang menempati posisi kedua dengan TPT tertinggi di tahun 2025. Kota Malang berada tepat di bawah Kabupaten Sidoarjo yang memiliki TPT 5,75 persen. TPT Kota Malang juga lebih tinggi dibandingkan TPT Jatim 3,88 persen, dan nasional sebesar 4,85 persen.
Menanggapi hal tersebut, Trio menjelaskan Pemkot Malang perlu melakukan evaluasi dan memperkuat program peningkatan keterampilan dan kapasitas masyarakat. Terlebih banyak masyarakat yang saat ini berkecimpung di industri kreatif.
"Makanya seperti adanya MCC ataupun inkubasi-inkubasi dan pelatihan-pelatihan itu sangat penting untuk membantu menurunkan angka TPT. Nanti kita akan evaluasi lagi karena di KUA ini kan masih dokumen awal," ungkapnya.
Upaya tersebut juga seiring dengan pekerja informal yang tak terdata sehingga menyebabkan TPT Kota Malang semakin tinggi. Pemkot Malang didorong untuk memperbanyak program inkubasi, pelatihan, dan kegiatan kreatif agar keterampilan para pekerja dapat meningkat.
Baca Juga:
Wali Kota Malang Bidik Penurunan Pengangguran Terbuka Jadi 5,6 Persen di 2027Menurutnya, dukungan terhadap pekerja sektor kreatif dapat dilakukan melalui penguatan kembali kegiatan di MCC, termasuk memperbanyak pelatihan dan program inkubasi. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas pekerja informal sekaligus membantu menekan angka TPT di Kota Malang.
"Kita upayakan dari pekerja-pekerja kreatif ini tetap bisa punya kelebihan atau[un keterampilan yang disupport. Seperti MCC kita aktifkan lagi, kita perbanyak lagi kegiatan, pelatihan-pelatihan, kemudian kegiatan kreatif yang bisa menurunkan TPT di Kota Malang," lanjutnya.
Tingginya TPT di Kota Malang juga mendapatkan perhatian dari Fraksi Gerindra DPRD Kota Malang. Menurut Danny Agung Prasetyo, TPT Kota Malang masih didominasi oleh angkatan muda dan lulusan perguruan tinggi.
Salah satu faktor penyebabnya ialah ketidaksesuaian keterampilan (skill mismatch) yang dimiliki angkatan kerja dengan kebutuhan industri. Tak hanya itu, Pemkot Malang didorong lebih perhatian dengan terbatasnya lapangan kerja formal.
"Terbatasnya lapangan kerja formal menuntut Pemerintah Kota Malang untuk memberikan perhatian serius melalui penyediaan bootcamp vokasi digital bersertifikasi, optimalisasi fasilitas daerah seperti MCC sebagai inkubator bisnis dan co-working space inklusif," ujarnya.
Fraksi Gerindra juga meminta agar Pemkot Malang dapat mewadahi anak muda melalui platform magang yang terintegrasi. Bahkan pemberian insentif untuk industri kreatif pun dapat menjadi solusi penurunan TPT di Kota Malang.
"Pemkot Malang bisa melakukan pembentukan platform magang terintegrasi, serta pemberian insentif bagi industri kreatif dan UMKM lokal yang aktif menyerap tenaga kerja terdidik daerah," tuturnya.(*)