KETIK, PACITAN – Bantuan pangan berupa beras 30 kilogram per tiga bulan bagi masyarakat Kabupaten Pacitan diproyeksikan berlanjut untuk periode Oktober hingga Desember 2026.
Namun, Perum Bulog masih menunggu perintah resmi untuk memastikan pelaksanaan penyaluran bantuan tersebut di Pacitan.
Pemimpin Cabang Bulog Ponorogo, Budiwan Susanto, mengatakan saat ini pihaknya masih menyelesaikan penyaluran bantuan pangan beras untuk alokasi Juli hingga September 2026.
Di Kabupaten Pacitan, bantuan tersebut menyasar 92.256 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tersebar di 12 kecamatan.
Total beras yang dialokasikan mencapai 2.767.680 kilogram atau sekitar 2.767,68 ton.
Baca Juga:
Respons Korkab BSPS Pacitan soal Keterlambatan Pencairan Dana Supplier dan TukangMasing-masing KPM mendapatkan bantuan sebanyak 30 kilogram beras untuk alokasi tiga bulan.
Penyaluran dilaksanakan mulai 26 Agustus hingga pertengahan September 2026.
“Penyaluran Bantuan Pangan Beras Sesuai data BNBA yang diterima Perum BULOG,” kata Budiwan.
Data by name by address (BNBA) menjadi dasar dalam proses penyaluran bantuan pangan tersebut.
Baca Juga:
Dana BSPS Pacitan Molor, Supplier Keluhkan Modal Tersendat hingga Upah Tukang Belum TerbayarSementara berdasarkan kategori sasaran, penerima bantuan pangan pemerintah saat ini diprioritaskan bagi masyarakat yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga desil 4.
Program bantuan pangan tersebut bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.
Selain itu, penyaluran beras diharapkan dapat mendukung stabilitas harga sekaligus menjaga ketahanan pangan di wilayah Pacitan.
Budiwan mengatakan capaian penyaluran untuk alokasi Juli hingga September masih menjadi fokus Bulog.
Terkait informasi bahwa bantuan pangan beras akan dilanjutkan untuk Oktober, November, dan Desember 2026, pihaknya belum dapat memastikan teknis pelaksanaannya di Pacitan.
“Kalau ini kami blm bisa memberikan pernyataan karena blm mendapatkan perintah resmi mas,” ujarnya.
Sebelumnya, pemerintah membahas kesiapan menghadapi potensi fenomena El Nino sekaligus program bantuan sosial bagi masyarakat dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran pemerintah di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 7 September 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah membahas kesiapan menghadapi El Nino dan sejumlah program bantuan yang disiapkan untuk masyarakat.
“Tadi kita bahas terkait dengan kesiapan untuk menghadapi El Nino dan antara lain juga terkait dengan program-program bantuan yang disiapkan untuk tahun ini,” ujar Airlangga dalam keterangannya.
Salah satu program yang dibahas adalah bantuan pangan berupa beras.
Airlangga menyebut bantuan beras yang telah disalurkan hingga September diarahkan untuk dilanjutkan pada tiga bulan berikutnya sesuai arahan Presiden Prabowo.
“Termasuk bantuan beras yang sampai dengan bulan September itu 30 kg dan arahan Bapak Presiden itu untuk dilanjutkan di bulan selanjutnya yaitu Oktober, November, dan Desember,” kata Airlangga.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas menjelaskan bantuan pangan tersebut menyasar masyarakat yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga desil 4.
Secara nasional, jumlah penerima disebut mencapai lebih dari 33 juta penerima manfaat.
“Kita sudah memutuskan bantuan pangan untuk desil 1-desil 4 sejumlah 33 juta sekian (penerima manfaat) ya, rakyat kita yang jumlahnya itu kali 10 kg per bulan. Jadi 30 kg,” kata Zulhas dalam konferensi pers usai rapat di kantornya, Jakarta Pusat, Senin, 7 September 2026.
Zulhas mengatakan bantuan untuk periode Oktober, November, dan Desember 2026 akan disalurkan sekaligus atau dirapel.
Dengan skema tersebut, penerima manfaat memperoleh 30 kilogram beras dalam satu kali penyaluran.
Menurut Zulhas, skema penyaluran sekaligus tersebut juga bertujuan meningkatkan ketersediaan beras di masyarakat.
Dengan meningkatnya pasokan di tingkat masyarakat, permintaan beras di pasar diharapkan dapat berkurang.
Langkah tersebut juga diharapkan membantu menekan kenaikan harga beras di tengah pelemahan produksi beras domestik akibat musim kemarau kering hingga akhir tahun.
“Kita putuskan tadi minta bulog selesaikan dikirimnya derapel bulan ini semua. Jadi nggak 10 kg, 10 kg, 10 kg lagi. Tapi langsung 30 kg dikirim langsung. Agar bulog membanjiri pasar masyarakat beras. Nggak usah nunggu sampai nanti bulan depan 10 kg lagi, bulan depan 10 kg, tidak,” tegas Zulhas.(*)