KETIK, SURABAYA – Semangat dan kreativitas peserta mewarnai Lomba Tingkat III (LT III) Regu Pramuka Penggalang Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Surabaya Tahun 2026.
Sebanyak 35 mata lomba menjadi tantangan bagi para penggalang untuk menunjukkan keterampilan, pengetahuan, kerja sama, kedisiplinan, dan kemandirian dengan mengusung tema “Menuju Regu Hebat”.
Kegiatan yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Lapangan Klakah Rejo, Surabaya,
Kegiatan ini secara resmi dibuka pada Jumat, 9 Oktober 2026, oleh Staf Ahli Wali Kota Surabaya Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Drs. Dedik Irianto, M.M. Usai pembukaan, peserta langsung mengikuti berbagai perlombaan yang digelar di sejumlah titik kegiatan.
Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Surabaya terpilih, Hj. Siti Mariyam, S.H., mengaku kagum melihat antusiasme para peserta.
Baca Juga:
Jambore Ranting Balongpanggang 2026 Usung Pramuka Digital Menuju Indonesia Emas 2045“Saya lihat semangatnya luar biasa. Lebih dari 30 mata lomba dipertandingkan dan mereka mengikuti semuanya. Mereka juga pandai membagi waktu dan mengatur peserta dalam regunya sehingga tidak ada yang terlewatkan,” ungkap Kak Mariyam.
Kak Mariyam yang aktif memantau kegiatan di lapangan juga mengapresiasi kreativitas peserta dalam lomba memasak. Dengan bahan dasar ubi yang sama, sekitar 90 persen hasil olahan peserta terlihat berbeda.
Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa para penggalang mampu mengembangkan ide, berinovasi, dan mengolah bahan sederhana menjadi sajian yang beragam.
Baca Juga:
Menjawab Keraguan "Masihkah Pramuka Diminati di Masa Akan Datang?""Selain kreatif, para peserta dinilai mampu menjaga semangat sepanjang kegiatan. Meski harus mengikuti perlombaan dengan jadwal padat, mereka tetap tampil riang gembira," terangnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa LT III bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga sarana belajar, membangun karakter, melatih ketahanan, dan mempererat persaudaraan antarpenggalang.
Berbagai keterampilan kepramukaan dilombakan. Diantaranya berenang, Senam Pramuka yang dilakukan sebelum acara berlangsung.
Sedangkan kegiatan lain diantaranya, tapak kemah dan pendirian tenda, yel dan lagu regu, halang rintang, peta pita, semboyan dan isyarat, menaksir, sket panorama, serta kemampuan indra manusia.
Materi tersebut menguji ketangkasan, ketelitian, kekompakan, dan kemampuan peserta menghadapi tantangan di lapangan.
Kemampuan bertahan hidup dan keterampilan praktis.
Juga menjadi perhatian melalui lomba masak rimba, bivak, kompas, Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), pioneering, hasta karya, memasak, tantangan tradisional, prusik, memanah, dan obat tradisional. Melalui materi ini, peserta didorong untuk semakin mandiri, terampil, tangguh, serta mampu bekerja sama dalam regu.
Sementara itu, kreativitas, wawasan, dan kemampuan komunikasi diuji melalui mata lomba real content, fotografi, cerdas cermat, pentas seni, doa sehari-hari, infografis, Forum Penggalang, English Corner, dan pidato kebangsaan.
Ragam materi tersebut memberi ruang bagi peserta untuk mengembangkan bakat, kreativitas, kemampuan berpikir, serta keberanian menyampaikan gagasan.
Wakil Ketua Panitia Bidang Kegiatan Mirlianto, menilai penyelenggaraan LT III sebagai kegiatan luar biasa karena menghadirkan 35 mata lomba dalam waktu tiga hari.
Ia menjelaskan, materi perlombaan disusun dengan mengacu pada jenis kompetisi yang akan dihadapi dalam Lomba Tingkat IV (LT IV) Pramuka Penggalang Jawa Timur.
"Dengan demikian, kegiatan ini sekaligus menjadi bagian seleksi dan persiapan menuju kompetisi di tingkat provinsi," ucapnya.
Meski mengacu pada LT IV Jawa Timur, ada dua mata lomba yang tidak diselenggarakan pada LT III Surabaya, yakni robotik dan topografi. Menurut Kak Mirli, kedua materi tersebut membutuhkan biaya yang sangat tinggi sehingga tidak dimasukkan dalam pelaksanaan kali ini.
Penyesuaian dilakukan dengan tetap memperhatikan tujuan pembinaan dan kesiapan peserta. Melalui 35 mata lomba tersebut, LT III menjadi wadah untuk mengukur kemampuan regu sekaligus membangun karakter penggalang yang disiplin, kreatif, mandiri, dan mampu bekerja sama.
Pengalaman selama kegiatan diharapkan menjadi bekal penting bagi peserta untuk meningkatkan kemampuan serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan kepramukaan berikutnya.
Semangat yang ditunjukkan para peserta menjadi cerminan keberhasilan pembinaan Pramuka Penggalang melalui kegiatan yang aktif, edukatif, dan menyenangkan.
Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Surabaya berharap LT III tidak hanya melahirkan regu berprestasi, tetapi juga generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan siap mengamalkan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari hari. (*)