KETIK, SURABAYA – Sebanyak 15 Personel dari Basarnas Surabaya berangkat menuju Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mendukung operasi penyelamatan korban bencana, Selasa, 18 Agustus 2026.

15 personel ini dilepas oleh Kasi Operasi dan Siaga, serta Kasi Sumber Daya SAR Kantor SAR Surabaya.

Kasi Sumber Daya SAR Kantor SAR Surabaya, Wahyu Tri Agung mengatakan, Basarnas bekerja sama dengan TNI AL untuk memfasilitasi keberangkatan para potensi SAR yang akan menjalankan tugas kemanusiaan di wilayah terdampak bencana di NTT.

"Keberadaan potensi SAR menjadi bagian penting dalam memperkuat sumber daya yang dapat dikerahkan untuk mendukung operasi SAR maupun penanganan dampak bencana lainnya," katanya.

Mereka, para personel ini diberangkatkan menuju NTT menggunakan KRI dr Soeharso pukul 13.00 WIB. Pada perjalanan menuju ke lokasi, tim bergabung dengan unsur TNI AL dan komponen lainnya.

Baca Juga:
Pemerintah Bantu Korban Gempa NTT Rp15 Juta hingga Rp30 Juta untuk Perbaiki Rumah

Kasi Operasi dan Siaga SAR Kantor SAR Surabaya, Didit Arie Ristandy berharap seluruh relawan dapat menjalankan tugas dengan baik selama berada di wilayah terdampak bencana.

“Kami berharap rekan-rekan potensi SAR yang berangkat dapat melaksanakan misi dengan baik, tetap mengutamakan keselamatan, dan dapat membantu masyarakat hingga masa tanggap darurat selesai,” kata Didit.

Keberangkatan para potensi SAR tersebut menunjukkan kolaborasi antarlembaga dalam mendukung penanganan bencana. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan tim gabungan dalam memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak di NTT. 

Selain personel, masing-masing organisasi juga membawa kendaraan operasional untuk mendukung pelaksanaan tugas di lokasi, diantaranya kendaraan rescue, ambulans, dan kendaraan angkut logistik.

Baca Juga:
Jelang Subuh, Seskab Teddy dan Mensos Gus Ipul Berangkatkan 65 Ton Bantuan ke NTT

Sebanyak 15 orang personel yang diberangkatkan berasal dari tiga organisasi potensi SAR, yaitu dua personel dari Rumah Zakat, sembilan personel dari SAR MTA, dan empat personel dari Yayasan Seribu Senyum. (*)