Peserta KB Turun, Pemkot Batu Target 1.497 Akseptor Baru di 2026

11 Juli 2026 18:53 11 Jul 2026 18:53

Dafa Wahyu P., Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Peserta KB Turun, Pemkot Batu Target 1.497 Akseptor Baru di 2026

Safari KB gratis di tiga kecamatan yang diinisiasi DP3AP2KB Kota Batu pada awal tahun 2026. (Foto: DP3AP2KB Kota Batu)

KETIK, BATU – Pemerintah Kota Batu mempercepat upaya peningkatan jumlah peserta aktif program Keluarga Berencana (KB) setelah tren akseptor terus menurun dalam satu tahun terakhir. 

Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Pemkot menargetkan penambahan 1.497 akseptor KB baru sepanjang 2026 dengan memperluas layanan kesehatan hingga tingkat desa serta memperkuat edukasi kepada masyarakat.

Kepala DP3AP2KB Kota Batu, Heru Yulianto, mengatakan target tersebut merupakan bagian dari strategi menjaga keberlanjutan program pengendalian penduduk sekaligus meningkatkan kualitas keluarga di Kota Batu. Target itu juga disusun sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Sebagai respons terhadap penurunan jumlah peserta aktif, Pemkot Batu menargetkan penambahan 1.497 akseptor baru pada 2026. Target ini juga selaras dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” ujarnya, Sabtu, 11 Juli 2026.

Heru menjelaskan, berdasarkan data DP3AP2KB, jumlah akseptor aktif mengalami penurunan secara bertahap.

Pada Januari 2025 tercatat sebanyak 26.194 peserta aktif, kemudian turun menjadi 25.515 orang pada akhir tahun, dan kembali berkurang menjadi 25.231 peserta hingga Maret 2026. Dengan demikian, jumlah peserta aktif menyusut sebanyak 963 akseptor.

Untuk mengejar target tersebut, pemerintah memprioritaskan penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

Rinciannya meliputi 800 akseptor implan, 630 akseptor Intrauterine Device (IUD), 65 akseptor Metode Operasi Wanita (MOW), serta dua akseptor Metode Operasi Pria (MOP).

Selain meningkatkan capaian akseptor, Pemkot Batu juga memperluas akses layanan melalui kerja sama dengan berbagai fasilitas kesehatan.

“Akses pelayanan terus kami perluas melalui kolaborasi dengan sejumlah rumah sakit, seperti RS Hasta Brata, RS Baptis, dan RS Punten. Kami juga memperkuat peran bidan desa dengan menyediakan alat kontrasepsi sehingga masyarakat bisa memperoleh layanan lebih cepat tanpa harus datang ke rumah sakit,” jelas Heru.

Di sisi lain, DP3AP2KB mengintensifkan program Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga.

“Selain penguatan layanan, kami juga mengintensifkan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE). Sosialisasi dilakukan lebih masif agar masyarakat memahami pentingnya perencanaan keluarga serta manfaat mengikuti program KB,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DP3AP2KB Kota Batu, Sintinche Agustina Pamungkas, menambahkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi bagian dari strategi mencapai target tersebut.

Menurutnya, kader KB, penyuluh lapangan, hingga bidan desa secara rutin mendapatkan pelatihan agar mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat.

“Kami memberikan pendampingan secara menyeluruh, mulai dari proses skrining calon akseptor hingga pemasangan alat kontrasepsi. Bahkan, pemerintah juga menyediakan dukungan berupa fasilitas transportasi dan konsumsi bagi masyarakat yang mengikuti layanan kontrasepsi tertentu,” ungkapnya.

Ia mengakui penyebab menurunnya jumlah peserta aktif masih terus dievaluasi, mulai dari perubahan pola pikir masyarakat hingga berbagai faktor sosial.

Meski demikian, DP3AP2KB optimistis target penambahan akseptor baru pada 2026 dapat tercapai sehingga program pengendalian penduduk di Kota Batu tetap berjalan sesuai rencana. (*)

Tombol Google News

Tags:

Program KB Keluarga Berencana DP3AP2KB Kota Batu Info Kota Batu Berita Kota Batu