KETIK, BATU – Kebakaran hutan di kawasan lereng Gunung Arjuno-Welirang yang sempat merembet ke wilayah Kota Batu telah berhasil dipadamkan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu memastikan kondisi di wilayah yang terdampak api, termasuk kawasan Gunung Kembar, telah dinyatakan aman dari kobaran api sejak Rabu petang, 19 Agustus 2026.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Batu Suwoko mengatakan, kebakaran tersebut sebelumnya muncul di wilayah Pasuruan sebelum kemudian merambat hingga memasuki kawasan Kota Batu.
“Kebakaran sempat terjadi di wilayah Kota Batu, tepatnya di Gunung Kembar. Namun, dari update terbaru pada Rabu pukul 18.30 WIB, api sudah padam,” ujarnya, Jumat, 21 Agustus 2026.
Meski kondisi api di wilayah Kota Batu telah dinyatakan padam, aktivitas pendakian Gunung Arjuno-Welirang sementara dihentikan oleh pihak Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo.
Penutupan jalur pendakian diberlakukan mulai Rabu, 19 Agustus 2026, hingga batas waktu yang belum ditentukan. Kebijakan tersebut berkaitan dengan kondisi kawasan yang sebelumnya terdampak kebakaran di wilayah Kota Batu dan Pasuruan.
Sementara itu, BPBD Kota Batu sebelumnya telah memetakan sejumlah kawasan yang memiliki potensi tinggi terhadap kejadian kebakaran hutan dan lahan.
Pemetaan tersebut menjadi bagian dari kajian risiko bencana yang digunakan sebagai dasar untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Batu Gatot Noegroho mengatakan, terdapat empat kawasan yang menjadi perhatian dalam upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan.
“Dalam dokumen kajian risiko bencana, ada tiga titik yang memang sering terjadi kejadian, yaitu di daerah Arjuna-Welirang, tepatnya kawasan hutannya, kemudian di lereng Panderman, dan yang ketiga di daerah lereng Oro-Oro Ombo, Desa Oro-Oro Ombo,” kata Gatot.
Selain tiga kawasan tersebut, BPBD Kota Batu turut memasukkan kawasan Klemuk dalam pemetaan daerah yang berpotensi mengalami kebakaran.
Dengan demikian, terdapat empat wilayah yang menjadi perhatian dalam upaya kesiapsiagaan kebakaran hutan dan lahan.
“Selain tiga wilayah tersebut, kami dari BPBD juga memetakan kawasan Klemuk sebagai salah satu lokasi yang memiliki potensi kejadian kebakaran,” ujarnya.
Gatot menjelaskan, hasil pemetaan tersebut tidak hanya digunakan untuk mengetahui lokasi yang berisiko, tetapi juga menjadi dasar bagi BPBD dalam memperkuat kesiapan menghadapi potensi bencana.
“Dari sana kami sudah melakukan penguatan regulasi atau kelembagaan. Empat titik itu menjadi fokus kami dalam rangka kesiapsiagaan kebakaran hutan dan lahan,” katanya.
Dengan pemetaan tersebut, BPBD Kota Batu memusatkan perhatian pada kawasan hutan Arjuno-Welirang, lereng Panderman, lereng Oro-Oro Ombo, dan Klemuk untuk memperkuat aspek regulasi, kelembagaan, serta kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. (*)
.png)