Kabel Bawah Laut Jadi Infrastruktur Strategis, Tel-U Satukan Pemerintah dan Industri

14 September 2026 22:21 14 Sep 2026 22:21

Iwa AS, Akhmad Sugriwa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Kabel Bawah Laut Jadi Infrastruktur Strategis, Tel-U Satukan Pemerintah dan Industri

Sesi Connexus 2026: Limitless Waves (Bandung Series) yang digelar Tel-U di Gedung Bangkit, Bandung.(Foto:Tel-U)

KETIK, BANDUNG – Kabel bawah laut kini tidak lagi sekadar urusan teknis telekomunikasi. Infrastruktur yang membentang di dasar laut tersebut menjadi bagian penting dari konektivitas digital dan semakin strategis seiring melonjaknya trafik data di kawasan Asia-Pasifik.

Persoalan itu menjadi salah satu fokus Connexus 2026: Limitless Waves (Bandung Series) yang digelar Telkom University (Tel-U) di Gedung Bangkit, Bandung, 3–4 September 2026.

Melalui kegiatan tersebut, Tel-U mempertemukan pemerintah, regulator, perusahaan telekomunikasi, penyedia teknologi, akademisi dan organisasi industri untuk membahas masa depan ekosistem kabel bawah laut Indonesia.

Ketua Panitia Connexus 2026, Lia Yuldinawati, Ph.D., mengatakan agenda di Bandung menjadi tahap awal Subsea Ecosystem Development Program (SEDP), yang selanjutnya dilanjutkan dengan pelatihan berbasis kampus di Tel-U dan agenda strategis di Batam.

“Kick-off di Bandung ini memvalidasi arah SEDP melalui diskusi panel dan pelatihan teknis,” ujar Lia.

Menurut dia, pengembangan ekosistem subsea tidak bisa hanya dilihat dari sisi pembangunan jaringan. Ada tiga unsur yang harus berjalan bersama, yakni manusia, teknologi dan regulasi.

Persoalan tersebut dibahas dalam panel “Subsea Connectivity as Strategic Infrastructure” yang menghadirkan perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital, Asosiasi Kabel Laut Seluruh Indonesia (ASKALSI), Tim Nasional Pengelolaan Penyelenggaraan Kabel Bawah Laut, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan pelaku industri.

Pembahasan mencakup posisi kabel bawah laut sebagai infrastruktur strategis, kebutuhan konektivitas regional serta tantangan yang muncul dalam pengembangan jaringan subsea.

Indonesia Punya Posisi Strategis

Pertumbuhan layanan digital membuat kebutuhan terhadap konektivitas berkapasitas besar terus meningkat. Dalam konteks Asia-Pasifik, posisi geografis Indonesia memberikan peluang sekaligus tantangan dalam pengembangan jaringan kabel bawah laut.

Karena itu, pengembangan subsea membutuhkan ekosistem yang lebih luas. Infrastruktur harus didukung regulasi yang jelas, teknologi yang sesuai serta sumber daya manusia yang mampu mengelolanya.

Aspek tersebut juga menjadi bahasan dalam panel “Strengthening the Digital Infrastructure Ecosystem”. Para pembicara membahas posisi geopolitik Indonesia, kebutuhan hyperscaler, aspek komersial serta kesiapan talenta multidisiplin.

Forum ini melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Kementerian Komunikasi dan Digital, Telkom Indonesia International (Telin), Telkom Infra, ISD Council, NEC, Indosat Ooredoo Hutchison, World Bank serta pelaku industri lainnya.

Bagi Tel-U, pertemuan lintas sektor tersebut diperlukan karena pengembangan konektivitas digital tidak dapat dikerjakan oleh satu pihak.

Dari Infrastruktur ke Kesiapan Industri

Connexus 2026 juga menggeser pembahasan dari sekadar pembangunan infrastruktur menuju kesiapan industri dalam jangka panjang.

Panel “Talent Regeneration and Future Readiness” membahas kebutuhan regenerasi tenaga profesional yang memahami berbagai aspek industri kabel bawah laut.

Kompetensi yang dibutuhkan mencakup cableship management, troubleshooting, capacity planning hingga kemampuan menghadapi persoalan operasional.

Pembahasan kemudian dilanjutkan melalui pelatihan teknis pada hari kedua. Peserta mendapat materi mengenai anatomi sistem kabel bawah laut, siklus hidup proyek, proses perizinan serta pengelolaan dan pemeliharaan jaringan.

Tel-U bersama mitra pemerintah dan industri melalui program tersebut ingin membangun ekosistem subsea yang tidak hanya kuat dari sisi jaringan, tetapi juga memiliki dukungan regulasi, teknologi dan sumber daya manusia.

Dengan meningkatnya ketergantungan masyarakat dan dunia usaha terhadap layanan digital, penguatan kabel bawah laut menjadi bagian dari agenda menjaga ketahanan konektivitas Indonesia sekaligus memperkuat posisinya dalam ekosistem digital Asia-Pasifik.(*)

Tombol Google News

Tags:

tel-u telkom university Talenta Kabel Bawah Laut KABEL asia pasifik