Di Era Medsos, Bupati KDS Berpesan Tenaga Kesehatan Harus Makin Bijak Berkomunikasi

31 Agustus 2026 21:19 31 Agt 2026 21:19

Iwa AS, Akhmad Sugriwa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Di Era Medsos, Bupati KDS Berpesan Tenaga Kesehatan Harus Makin Bijak Berkomunikasi

Bupati Bandung Dadang Supriatna membuka Webinar Peningkatan Kapasitas/Akademi SDM Kesehatan Seri 1 Tahun 2026 melalui Zoom Meeting dari Kantor Bupati Bandung, Senin (31/8/26).(Foto:Iwa/Ketik.com)

KETIK, BANDUNG – Bupati Bandung Dadang Supriatna atau yang akrab disapa KDS mengingatkan seluruh sumber daya manusia (SDM) kesehatan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk menjaga etika dan profesionalisme saat beraktivitas di ruang digital.

Menurut KDS, tantangan pelayanan kesehatan saat ini tidak hanya berkaitan dengan kompetensi medis. Tenaga kesehatan juga dituntut memiliki kemampuan komunikasi, pengendalian emosi, empati serta menjaga integritas, terutama ketika setiap perilaku dapat dengan mudah menjadi perhatian publik melalui media sosial.

Hal tersebut disampaikan KDS saat membuka Webinar Peningkatan Kapasitas/Akademi SDM Kesehatan Seri 1 Tahun 2026 melalui Zoom Meeting dari Kantor Bupati Bandung, Senin (31/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.000 partisipan dari kalangan SDM kesehatan Kabupaten Bandung.

KDS mengatakan peningkatan kapasitas SDM menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Namun, kemampuan tersebut harus dibarengi karakter dan sikap yang baik ketika berhadapan dengan masyarakat.

“Peningkatan SDM kesehatan merupakan hal yang sangat penting karena kualitas pelayanan kesehatan sangat ditentukan oleh kualitas orang-orang yang memberikan pelayanan,” ujar KDS.

Ia menilai tenaga kesehatan memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan masyarakat yang membutuhkan pelayanan dalam kondisi yang beragam. Pasien yang datang ke fasilitas kesehatan, kata KDS, tidak selalu berada dalam kondisi tenang, tetapi bisa sedang cemas, takut maupun tertekan.

Karena itu, komunikasi yang baik dan kemampuan memahami kondisi psikologis pasien menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan kesehatan.

KDS juga memberikan perhatian khusus terhadap perilaku tenaga kesehatan di media sosial. Menurutnya, perkembangan teknologi telah membuat batas antara perilaku pribadi dan perhatian publik semakin tipis.

“Di era media sosial, setiap ucapan dan tindakan dapat dengan cepat diketahui dan dinilai publik,” katanya.

KDS mengingatkan agar tenaga kesehatan berhati-hati dalam berkomunikasi, baik ketika menjalankan tugas maupun ketika menggunakan media sosial. Ia menyinggung sejumlah kejadian di wilayah Kabupaten Bandung yang menurutnya menjadi pembelajaran bahwa komunikasi yang tidak bijak dapat memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

“Beberapa contoh yang sudah kita ketahui, gara-gara media sosial, gara-gara komunikasi yang tidak bijak, akhirnya menimbulkan komentar-komentar yang kurang positif dari netizen,” ujarnya.

Menurut KDS, tenaga kesehatan harus memahami bahwa dirinya merupakan bagian dari pelayanan publik. Karena itu, kemampuan mengendalikan emosi menjadi penting.

“Saya paham bahwa setiap manusia mempunyai emosi, tetapi kita ingat bahwa kita itu pelayan,” tegasnya.

Ia meminta nilai-nilai BerAKHLAK, khususnya berorientasi pelayanan, akuntabel, harmonis dan adaptif, tidak sekadar menjadi slogan bagi aparatur pemerintah.

Nilai tersebut, kata KDS, harus benar-benar terlihat dalam perilaku dan pelayanan sehari-hari.

“Jangan hanya menjadi semboyan, tetapi benar-benar tercermin dalam apa yang kita laksanakan sebagai amanat dan menjadikan setiap pelayanan yang kita berikan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat,” katanya.

KDS menegaskan Pemkab Bandung akan terus mendorong penguatan kapasitas SDM kesehatan agar memiliki kompetensi yang kuat, karakter yang baik serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan.

Ia berharap Akademi SDM Kesehatan tidak berhenti sebagai kegiatan peningkatan pengetahuan, tetapi menghasilkan perubahan nyata dalam pelayanan.

“Ukuran keberhasilan kita bukan hanya seberapa banyak program yang dilaksanakan, tetapi seberapa besar masyarakat merasakan manfaat dan kualitas pelayanan yang kita berikan,” ujarnya.

Selain peningkatan kapasitas, KDS juga mengapresiasi pengabdian para tenaga kesehatan yang selama ini telah memberikan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Bandung.

Ia berharap seluruh tenaga kesehatan terus menjaga profesionalisme sekaligus memberikan pelayanan dengan ketulusan.

Kegiatan tersebut kemudian secara resmi dibuka KDS dengan harapan dapat memperkuat pengetahuan, karakter dan kualitas pelayanan SDM kesehatan menuju Kabupaten Bandung yang lebih maju dan berkelanjutan.(*)

Tombol Google News

Tags:

BUPATI BANDUNG DADANG SUPRIATNA kds SDM medis SDM kesehatan Tenaga kesehatan Medsos