KETIK, SURABAYA – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur hari ini, 20 Oktober 2026, menganugerahkan penghargaan kepada dinas kesehatan kabupaten/kota dan fasilitas kesehatan berprestasi dalam Acara Penganugerahan Kompetisi Kesehatan Lingkungan (Environmental Health Competition / EHC).
Momen ini menandai peningkatan skala besar dalam standar program kesehatan lingkungan, termasuk Air, Sanitasi, dan Kebersihan (Water, Sanitation and Hygiene / WASH) di seluruh wilayah Jawa Timur.
Diinisiasi pada Januari 2026, salah satu kategori kompetisi ini mengacu pada pendekatan Water and Sanitation for Health Facility Improvement Tool (WASH FIT) yang dikembangkan oleh WHO-UNICEF.
UNICEF mendukung penyusunan konsep kompetisi dan kerangka kerja penilaian, serta berpartisipasi dalam proses evaluasi para pemenang.
Secara krusial, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah mengambil alih kepemilikan penuh atas pelaksanaan dan perluasan program ini.
Baca Juga:
Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Dardak Datangi Langsung Kementerian ESDM, Bahas Kepastian Pasokan BBM di JatimDengan mengalokasikan anggaran dan sumber daya manusia sendiri, Pemprov Jawa Timur berhasil mereplikasi pendekatan tersebut di setidaknya 15 kabupaten dan kota pada tahun 2026.
Perluasan lebih lanjut juga telah direncanakan untuk membuktikan bagaimana bantuan teknis yang tepat sasaran dapat mengatalisis peningkatan skala program yang berkelanjutan dan dipimpin langsung oleh pemerintah.
"Kesehatan lingkungan di fasilitas pelayanan kesehatan merupakan determinan utama dari kualitas layanan, keselamatan pasien, serta pencegahan dan pengendalian infeksi. Melalui kompetisi ini, kami melembagakan standar WASH sebagai tata kelola fasilitas rutin, bukan sekadar proyek ad-hoc. Komitmen kami adalah memastikan setiap fasilitas kesehatan di Jawa Timur menyediakan lingkungan yang aman, tangguh, dan higienis bagi anak-anak, keluarga, serta tenaga kesehatan," ujar Prof. Erwin Astha Triyono, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.
Baca Juga:
KAI Daop 7 Madiun Tebar Diskon Tiket 20 Persen untuk Semarakkan Festival Gandrung Sewu 2026UNICEF merasa bangga dapat memberikan bantuan teknis, namun pencapaian ini sepenuhnya milik pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan fasilitas kesehatan yang telah menerjemahkan berbagai standar tersebut ke dalam aksi nyata.
"Langkah selanjutnya adalah menjadikan praktik baik ini sebagai sebuah norma umum, sehingga setiap anak, keluarga, dan tenaga kesehatan dapat merasakan manfaat dari fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih aman," kata Tubagus Arie Rukmantara, Kepala Kantor Lapangan UNICEF Indonesia Wilayah Jawa.
Kompetisi ini mencerminkan kolaborasi yang erat: UNICEF memberikan saran dan masukan teknis sepanjang proses, sementara Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur memimpin pelaksanaan, mobilisasi sumber daya, hingga perluasan skala program.
Upacara penganugerahan yang berlangsung pada hari Selasa ini juga berfungsi sebagai wadah pembelajaran antardaerah (peer-learning) untuk mengapresiasi kemajuan sekaligus mempercepat adopsi standar secara lebih luas.
Catatan Penting:
- Kompetisi Kesehatan Lingkungan diinisiasi pada Januari 2026 oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Salah satu kategori kompetisi bertujuan untuk memperluas pendekatan WASH FIT yang sebelumnya diperkenalkan oleh UNICEF.
- UNICEF mendukung penyusunan konsep, kerangka kerja penilaian, dan seleksi pemenang.
- Dengan memanfaatkan sumber daya pemerintah melalui kompetisi ini, pendekatan WASH FIT telah menjangkau setidaknya 15 kabupaten/kota di Jawa Timur pada tahun 2026.
- Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur telah mengajukan permohonan untuk melanjutkan bantuan teknis dari UNICEF. (*)