KETIK, MALANG – Kawasan wisata Jalan Basuki Rahmat atau yang populer dikenal sebagai Kayutangan Heritage Kota Malang tengah menjadi sorotan. Keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) liar yang menjamur saat malam hari memicu keluhan dari wisatawan maupun pemilik tempat usaha.

Keluhan ini mencuat ke publik setelah akun Instagram @zainul_30012015 membagikan video yang memperlihatkan kondisi trotoar kotor akibat aktivitas PKL liar. Dalam unggahannya itu, ia bersama beberapa orang lainnya turun tangan langsung membersihkan sisa kotoran di trotoar depan tokonya menggunakan alat pembersih khusus.

"Begini kan menyusahkan pemilik toko asli. Yang jualan kayak gini gak mau tanggung jawab, pemilik toko yang malah tanggung jawab," keluhnya dalam rekaman video tersebut. 

Di video yang berbeda, ia juga menyayangkan sikap para PKL liar yang hanya sekadar mencari keuntungan semata. Namun, sama sekali tidak mempedulikan kebersihan lingkungan sekitar.

Kondisi ini turut diamini oleh para wisatawan yang datang berkunjung ke Kayutangan Heritage. Salah seorang wisatawan asal Yogyakarta, Yogga Bimantara, mengaku kenyamanan pejalan kaki cukup terganggu saat kawasan tersebut dipadati PKL di malam hari. 

Baca Juga:
Kemendagri Reformasi Linmas, Personel Akan Dilatih Gunakan APAR hingga Tangani Serangan Jantung

"Biasanya malam yang banyak (PKL liar), dan karena jualannya di trotoar maka pasti mengganggu pejalan kaki apalagi kalau kondisinya ramai. Saya tidak mau menilai siapa yang salah, namun setidaknya harus ikut bertanggungjawab untuk menjaga kebersihan,"  ungkapnya kepada Ketik.com, Jumat, 10 Juli 2026. 

Menanggapi polemik yang terjadi di salah satu ikon wisata Kota Malang ini, Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin angkat bicara. Ia menegaskan, bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap pelanggaran ketertiban umum tersebut. 

Sebagai langkah awal, Pemkot Malang akan mengedepankan sosialisasi dan penertiban secara berkala melalui dinas terkait yaitu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

"Kalau melanggar aturan, tentu akan kita sosialisasi sekaligus ditertibkan juga," jelasnya.

Baca Juga:
Datang ke Kota Malang, Dirjen Kemendagri Ngepel Trotoar Jalan Gencarkan Indonesia ASRI

Pihaknya juga memastikan siap mengambil langkah yang lebih tegas jika para PKL liar tetap membandel. Termasuk, akan menginstruksikan Satpol PP untuk mendirikan pos pantau serta melakukan penyisiran intensif guna mencegah menjamurnya PKL liar. 

"Kalau langkah-langkah penertiban tidak berjalan maksimal, tentu akan dilakukan (pendirian pos pantau). Kami juga sudah meminta Satpol PP serta Dishub untuk menyisir, sebelum ini semakin menjamur," tandasnya. (*)