KETIK, SITUBONDO – Kemacetan panjang yang sering terjadi beberapa hari terakhir ini melumpuhkan arus lalu lintas di jalur Pantura Paiton Probolinggo dan Banyuglugur Situbondo mendapat perhatian serius dari tiga Bupati. Yaitu Bupati Probolinggo, Bupati Bondowoso dan Bupati Situbondo.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo melayangkan Surat Resmi Nomor 500.11/186/431.312/2026 tertanggal 9 Juli 2026 tentang Usulan Pembukaan Exit Tol Suboh-Situbondo. Surat ini ditujukan kepada Menteri Perhubungan RI.
“Dalam rangka mengoptimalkan manfaat pembangunan jalan tol tersebut, khususnya bagi masyarakat dan dunia usaha di wilayah Kabupaten Situbondo bagian barat, bersama ini kami mengajukan usulan agar Interchange (Exit Tol) Suboh dapat segera dibuka dan dioperasikan pada bulan Juli 2026,” demikian kutipan Surat Bupati Situbondo.
Selanjutnya, Bupati Bondowoso, KH. Abdul Hamid Wahid resmi mengajukan permohonan kepada Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia agar akses Jalan Tol Prosiwangi dibuka sementara sebagai jalur alternatif. Permohonan tersebut disampaikan melalui surat bernomor 550/216/430/2026 tertanggal 9 Juli 2026.
Bupati Probolinggo juga melayangkan surat resmi Nomor 600.1/352/426.112/2026 tertanggal 15 Juni 2026 tentang Permohonan Pembukaan Tol Probolinggo Situbondo Banyuwangi (Prosiwangi) Ruas Gending – Paiton (Paket 1 dan 2) kepada Gubernur Jatim.
Baca Juga:
Pantura Terancam Macet Total, Bupati Bondowoso Minta Menteri PU Buka Tol ProsiwangiLangkah itu diambil sebagai upaya mengurangi kepadatan kendaraan yang terjadi akibat proyek perbaikan infrastruktur di jalur nasional wilayah Kabupaten Probolinggo dan Situbondo.
Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa kemacetan dipicu oleh pekerjaan perbaikan jalan di kawasan Jalur Pantura, mulai dari wilayah Paiton Probolinggo hingga Banyuglugur, Situbondo.
Proyek tersebut menyebabkan penyempitan ruas jalan nasional sehingga arus kendaraan, khususnya kendaraan logistik dan angkutan barang, tersendat dan mengular hingga beberapa kilometer.
Melihat kondisi tersebut, tidak bupati mengusulkan agar Jalan Tol Prosiwangi dapat difungsikan sementara sebagai jalur alternatif selama proses pekerjaan berlangsung. Kebijakan ini diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus mempercepat mobilitas masyarakat.
Pembukaan akses tol itu juga menjadi langkah strategis untuk menjaga kelancaran distribusi logistik, mencegah keterlambatan pengiriman barang, serta meminimalkan kerugian ekonomi yang timbul akibat antrean kendaraan di jalur Pantura Paiton Probolinggo-Bayuglugur Situbondo. Langkah itu juga mendapat dukungan penuh dari Bupati Banyuwangi dan Bupati Jember.
Baca Juga:
DPR RI Turun Tangan, Penambang Ilegal hingga Pendaki Liar Gunung Merapi Jadi SorotanSementara itu, HM Nasim Khan Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKB mengatakan, pihaknya akan memfasilitasi agar surat tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat yaitu Kementerian PU dan Jasa Marga.
"Tentu usulan dari para bupati ini akan kami bantu dan kawal agar Tol Prosiwangi bisa dibuka aksesnya untuk sementara waktu agar kemacetan bisa terurai," kata Nasim Khan politisi asal Kabupaten Situbondo, Sabtu 11 Juli 2026.
Lebih lanjut, Nasim Khan mengatakan, soliditas lima pemerintah daerah ini menunjukkan bahwa pembukaan Jalan Tol Prosiwangi bukan lagi sekadar kebutuhan satu kabupaten, tapi telah menjadi kepentingan strategis bagi pembangunan wilayah Tapal Kuda dan konektivitas Jawa Timur bagian timur.
Usulan tersebut, kata Nasim Khan, kini menunggu respons dari Kementerian Pekerjaan Umum. Pemerintah daerah berharap permohonan itu dapat segera dikabulkan sehingga kemacetan yang dikeluhkan masyarakat dan para pengendara dapat segera teratasi.
“Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Jawa Timur III, saya menilai keberadaan Tol Prosiwangi tidak hanya menjadi proyek infrastruktur nasional, tetapi juga harus segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di kawasan Tapal Kuda," jelasnya.
"Oleh karena itu, saya menyatakan siap memfasilitasi komunikasi dan koordinasi dengan kementerian maupun lembaga terkait agar usulan kepala daerah terkait pembukaan Jalan Tol Prosiwangi dapat segera ditindaklanjuti,” pungkas Nasim Khan. (*)