KETIK, MALANG – Guru KB PKK Tunas Harapan, Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, berhasil membuat website sekolah tanpa biaya setelah mengikuti pelatihan Google Sites yang diberikan dosen Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama).
Pelatihan bertajuk “Zero Cost Digital Learning: Pelatihan Google Sites untuk Media Pembelajaran PAUD” tersebut merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru PAUD dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk pembelajaran serta pengelolaan informasi sekolah.
Kegiatan mendapat dukungan pendanaan dari DIPA DP3M Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama).
Pelatihan dipimpin Dr. Rini Agustina, S.Kom., M.Pd., dosen Program Studi Sistem Informasi Unikama, bersama Hari Lugis Purwanto, S.Kom., M.Cs. sebagai fasilitator teknis. Kegiatan juga melibatkan Dr. Siti Muthomimah, M.Pd., dosen sekaligus Ketua Program Studi PG PAUD Unikama.
Baca Juga:
Profil Satria Dananjaya, Pimpinan Bank Jatim Kepanjen Penggerak Ekonomi MalangKolaborasi tersebut membuat pelatihan tidak hanya mengajarkan cara membuat website, tetapi juga menyesuaikannya dengan kebutuhan pembelajaran anak usia dini.
“Kami melihat guru-guru PAUD di sini sangat antusias, tetapi belum memiliki portal informasi digital maupun media pembelajaran berbasis digital. Google Sites menjadi solusi karena gratis, mudah diakses, dan tidak memerlukan biaya hosting atau keahlian pemrograman. Kegiatan ini juga mendapat dukungan pendanaan dari DIPA DP3M Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), sehingga kami dapat memberikan pelatihan dan pendampingan secara langsung kepada para guru,” ujar Dr. Rini Agustina, S.Kom., M.Pd.
Dalam pelatihan, guru langsung mempraktikkan proses membuat, mengisi hingga memublikasikan website menggunakan Google Sites. Platform tersebut dapat digunakan untuk menyajikan materi pembelajaran, video edukasi, dokumentasi kegiatan, profil sekolah hingga informasi bagi orang tua.
Google Sites juga dapat terintegrasi dengan Google Drive, YouTube, dan Google Forms sehingga guru tidak perlu menguasai bahasa pemrograman maupun mengeluarkan biaya hosting.
Baca Juga:
Kapolda Jatim Tanam Bawang Putih di Kabupaten Malang, 1,2 Ton Bibit Disiapkan untuk Kejar SwasembadaHasilnya, seluruh peserta berhasil membuat dan memublikasikan website KB PKK Tunas Harapan. Website tersebut kini menjadi portal informasi sekolah sekaligus media pembelajaran dan komunikasi dengan orang tua.
“Melalui website ini, orang tua dapat mengakses materi pembelajaran, melihat foto kegiatan, dan memantau perkembangan anak secara real-time. Ini juga menjadi media promosi sekolah yang efektif,” jelas Dr. Siti Muthomimah.
Kepala KB PKK Tunas Harapan, Imrhotul Chofida, mengapresiasi pelatihan tersebut karena mengubah pandangannya tentang pembuatan website.
“Selama ini saya pikir membuat website itu sulit dan mahal. Ternyata dengan Google Sites, kami bisa membuatnya sendiri tanpa biaya. Ini sangat membantu memperkenalkan sekolah kami kepada masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan evaluasi, pengetahuan peserta meningkat 83,8 persen berdasarkan perbandingan hasil pre-test dan post-test. Sementara tingkat kepuasan peserta mencapai 4,76 dari skala 5.
Ke depan, para guru diharapkan mampu mengelola dan memperbarui konten website secara mandiri. Program ini juga diharapkan menjadi model penguatan transformasi digital bagi lembaga PAUD di Kepanjen dan wilayah sekitarnya.(*)