KETIK, PROBOLINGGO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Kelompok 172 menggelar edukasi bertema besar kesehatan lingkungan di tiga instansi pendidikan, yaitu SDN 1 Condong, SDN 3 Condong, dan SMPN 3 Gading, Kabupaten Probolinggo pada Kamis,16 Juli 2026.

Kegiatan yang merupakan program kerja kedua kelompok KKN tersebut diikuti kurang lebih sekitar 265 siswa dari total keseluruhan pada beberapa instansi dan dilaksanakan melalui penyampaian materi yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan.

Hal ini juga sebagai upaya meningkatkan pengetahuan serta kesadaran peserta mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan sejak dini.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan dengan jumlah peserta yang berbeda di setiap lokasi. Di SDN 1 Condong, kegiatan diikuti sekitar 50 siswa kelas 4, 5, dan 6. Sementara di SDN 3 Condong, sosialisasi diikuti sekitar 65 siswa dari kelas 1 hingga 6.

Adapun di SMPN 3 Gading, kegiatan diikuti sekitar 150 siswa kelas 8 dan 9. Materi yang disampaikan disesuaikan dengan jenjang pendidikan agar lebih mudah dipahami serta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:
Keren! Pacitan Pertahankan Status Bebas dari BAB Sembarang Selama 12 Tahun, Lolos Re-Verifikasi ODF

Pada kegiatan di SMPN 3 Gading, mahasiswa KKN mengangkat tema Pengelolaan Sampah dan Penerapan Prinsip 5R. Dalam sosialisasi tersebut, peserta memperoleh edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui pengelolaan sampah yang benar.

Materi yang disampaikan meliputi pengenalan jenis-jenis sampah, cara memilah dan mengelolanya sesuai kategori, serta penerapan prinsip 5R (Refuse, Reduce, Reuse, Rot, dan Recycle) sebagai langkah sederhana untuk mengurangi timbulan sampah dan mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, serta berkelanjutan.

Pemasangan Plang Edukasi oleh Mahasiswa KKN 172 UINSA di SMPN 3 Gading pada hari Kamis, 16 Juli 2026. (Foto: KKN I72 UINSA For Ketik.com)

Sementara itu, pada kegiatan di SDN 1 Condong dan SDN 3 Condong, mahasiswa memberikan edukasi bertema Pengenalan Sampah Organik, Anorganik, dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenal dan memilah sampah berdasarkan jenisnya.

Baca Juga:
Dorong Kemajuan Ekonomi Desa, Mahasiswa KKN UINSA Sosialisasi dan Pendampingan Digitalisasi UMKM di Banyuurip Ngawi

Materi juga menjelaskan pengertian masing-masing jenis sampah beserta contoh yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, sehingga siswa diharapkan mampu membuang dan mengelola sampah dengan benar sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan.

Sebagai bentuk tindak lanjut dari kegiatan edukasi, mahasiswa KKN UINSA Kelompok 172 turut menyerahkan sarana pendukung pengelolaan sampah kepada masing-masing instansi. SDN 1 Condong dan SDN 3 Condong menerima fasilitas berupa tong sampah organik, anorganik, dan B3 yang diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran sekaligus membiasakan budaya memilah sampah di lingkungan sekolah.

Sementara itu, SMPN 3 Gading menerima plang edukasi dan poster-poster bertema pengelolaan sampah sebagai media informasi dan pengingat bagi seluruh warga sekolah.

Kepala SDN 3 Condong, Tutik, mengapresiasi kegiatan edukasi yang diberikan mahasiswa KKN UINSA Kelompok 172. Menurutnya, materi yang disampaikan dapat menambah wawasan siswa sekaligus mendorong mereka menerapkan perilaku peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

"Semoga dengan adanya edukasi dari kakak-kakak KKN ini semua murid dapat memahami ilmu barunya dan menerapkan di kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Foto bersama Mahasiswa KKN 172 UINSA dengan penerima hadiah kuis di SDN 3 Condong dalam acara Edukasi Kesehatan Lingkungan pada hari Kamis, 16 Juli 2026. (Foto: KKN I72 UINSA For Ketik.com

Melalui program sosialisasi ini, mahasiswa KKN UINSA Kelompok 172 berharap edukasi mengenai pengelolaan sampah tidak hanya menambah pengetahuan peserta, tetapi juga membentuk kebiasaan positif dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Dengan melibatkan berbagai instansi pendidikan, program ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran sejak dini untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (*)