KETIK, TUBAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan yang menyasar kelompok pemilih rentan, marjinal, dan pemula di Kabupaten Tuban, Kamis, 22 Oktober 2026.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya partisipasi pemilih dalam menjaga kualitas demokrasi serta mendorong keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat dalam proses politik.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Ahmad Nawardi, S.Ag., Ketua Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, dan Fauzan Fuadi, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). 

Keduanya memberikan perspektif mengenai pentingnya pendidikan politik, kesadaran demokrasi, serta peran masyarakat dalam menentukan arah kebijakan melalui proses pemilihan umum.

Dalam kegiatan tersebut, pendidikan pemilih berkelanjutan ditekankan sebagai bagian penting dari upaya membangun demokrasi yang inklusif dan berkualitas. 

Baca Juga:
KPU Perluas Pendidikan Politik, Pastikan Kelompok Rentan Punya Ruang dalam Demokrasi

“Pendidikan pemilih tidak hanya diperlukan menjelang penyelenggaraan pemilu, tetapi juga perlu dilakukan secara konsisten agar masyarakat memiliki pemahaman yang memadai mengenai hak, kewajiban, dan peran mereka sebagai warga negara,” terang Ahmad Nawardi.

Kelompok pemilih rentan, marjinal, dan pemula menjadi sasaran utama kegiatan ini karena setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk memperoleh informasi kepemiluan dan berpartisipasi dalam demokrasi. 

Melalui sosialisasi ini, KPU berupaya memperluas akses terhadap pendidikan pemilih sehingga tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam memperoleh pemahaman mengenai proses demokrasi.

Selain memberikan pemahaman mengenai hak pilih, pendidikan pemilih juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab. 

Baca Juga:
Polresta Tuban Tegas Berantas Narkoba! 105 Gram Sabu Disita, 15 Tersangka Diamankan

Pemilih perlu memiliki kemampuan untuk memahami informasi, mengenali rekam jejak peserta pemilu, serta mempertimbangkan program dan gagasan yang ditawarkan sebelum menentukan pilihan.

“Partisipasi masyarakat dalam demokrasi juga tidak berhenti pada kehadiran di tempat pemungutan suara. Keterlibatan warga negara perlu diwujudkan melalui pengawasan terhadap proses pemilu, partisipasi dalam diskusi publik, serta kepedulian terhadap kebijakan yang dihasilkan oleh para pemimpin dan wakil rakyat terpilih,” terang Fauzan Fuadi.

Melalui kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan ini, KPU berharap kesadaran politik masyarakat semakin meningkat dan partisipasi pemilih dapat tumbuh secara berkelanjutan. 

Upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan demokrasi yang memberikan ruang setara bagi seluruh warga negara untuk menyampaikan aspirasi dan menentukan masa depan bangsa. (*)