KETIK, MALANG – Jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di wilayah Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Kota Malang menurun 20 persen dari jumlah keluruhan penduduk. Ia mengungkapkan ekonomi jadi penyebab mengalami gangguan kejiwaan.
Beberapa bulan yang lalu, masyarakat Kecamatan Sukun tercatat mengalami gangguan kejiwaan terbanyak di Kota Malang. Untuk mengatasi persoalan itu, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang menyediakan program Rumah Peduli Jiwa dan Rasa (Rumah Pijar) mengedepankan pendekatan di lingkungan keluarga.
Upaya penanganan juga dilakukan oleh perangkat kelurahan di wilayah Kecamatan Sukun. Salah satunya Kelurahan Sukun yang saat ini tingkat ODGJ telah mengalami penurunan 20 persen dari total jumlah penduduk Kelurahan.
Lurah Sukun, Yayan Heriyana mengungkapkan sejak bulan Juni ditetapkan sebagai wilayah terbanyak ODGJ, Kelurahan Sukun merangkul segala perangkat masyarakat untuk langsung melakukan penanganan.
Sejak bulan Juni hingga Oktober, masyarakat yang mengalami gangguan kejiwaan telah menurun dan satu orang berusia 65 tahun dengan kategori berat telah diserahkan kepada rumah sakit.
Baca Juga:
Putung Rokok yang Dibuangnya Sebabkan Kebakaran TPA Supit Urang Kota Malang, Tersangka Lansia Terancam 9 Tahun Penjara"Alhamdulillah disini kami juga sering rekan-rekan kami dari Keluruhan, sering menyampaikan edukasi pada RW, RT, didamping oleh linmas, terkait dengan apa yang ada di warga kami, terkait ODGJ itu. Kalau sampai Oktober, penurunan itu masih 20 persen," ujar Yayan.
Yayan mengungkapkan bahwa penyebab gangguan kejiwaan bukan karena genetik, melainkan kondisi ekonomi. Dalam hal ini, Kelurahan Sukun juga mengupayakan pemberdayaan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat.
Ia menuturkan bahwa dana RT Berkelas, program dari Wali Kota Malang, digunakan untuk pemberdayaan masyarakat, seperti budidaya ikan atau tumbuhan, serta pangan. Yayan juga mengungkapkan bahwa telah menyediakan psikolog untuk menangani permasalahan jiwa masyarakat Malang.
Dari pemberdayaan ini, kelurahan sukun bertujuan untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran. Menurutnya, RT Berkelas bukan hanya program sumbangan secara fisik tetapi juga dengan bentuk pemberdayaan masyarakat. Yayan juga mengungkapkan bahwa saat ini telah disediakan layanan psikolog di puskesmas.
Baca Juga:
Polisi Gagalkan Rencana Rusuh Demo di Malang, 12 Pemuda Ditangkap Bawa Bom Molotov"Nanti kita edukasi untuk RT Berkelas bukan sekedar fisik aja ya. Seperti kemarin kan ada disebutkan, kebutuhan apa, kursi itu, ya kita sementara kita gak pakai itu lagi. Kita berkelas ini nanti memberikan pemberdayaan masyarakat," jelas Yayan.(*)