KETIK, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) melalui Dinas Pendidikan membuka seleksi anggota Dewan Pendidikan Jatim periode 2027-2032 untuk mencari sosok yang memiliki pengalaman, kompetensi, dan visi menghadapi tantangan pendidikan pada era digital.
“Sekarang era digital, perubahannya luar biasa. Kita harus mencari orang-orang yang mumpuni, matang berpikir, punya pengalaman, sekaligus memiliki visi ke depan,” ungkap Anggota Tim Seleksi Dewan Pendidikan Jatim Suko Widodo di Surabaya, pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Suko mengatakan anggota Dewan Pendidikan Jatim mendatang perlu memahami perkembangan teknologi digital yang memengaruhi pola belajar dan cara berpikir peserta didik.
Menurutnya, guru dan pemangku kepentingan pendidikan harus mampu menyesuaikan metode pembelajaran agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman.
Ia menilai Jawa Timur memiliki potensi untuk mengembangkan pendidikan berkelas internasional, didukung keberadaan sekolah unggulan dan pesantren yang menarik peserta didik dari berbagai negara.
Baca Juga:
Kolaborasi Pendidikan dan Industri, Dindik Jatim Dukung Pelaksanaan Toyota Eco Youth ke-14Harapnya, komposisi Dewan Pendidikan tidak hanya diisi praktisi pendidikan, tetapi juga melibatkan kalangan pengusaha, budayawan, dan unsur lain yang memiliki kontribusi terhadap pengembangan pendidikan.
“Dewan Pendidikan tidak harus diambil dari orang pendidikan, tetapi orang yang berkontribusi pada pendidikan. Saya berharap komposisinya lengkap, termasuk budayawan, terutama untuk persoalan etika dan sebagainya,” ujar Suko.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai mengatakan masa jabatan Dewan Pendidikan periode 2022-2026 akan berakhir pada akhir Desember 2026.
Seleksi anggota periode berikutnya disiapkan untuk melanjutkan program yang telah berjalan, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan pendidikan provinsi itu.
Baca Juga:
Bikin Bangga! 1.334 Pelajar SMA Taruna Jatim Jalani Pembaretan, 3 Bulan Digembleng Tanpa HP dan Orang TuaIa menyebut Dewan Pendidikan bukan merupakan jabatan atau pekerjaan, melainkan wadah kontribusi melalui saran, masukan, dan pertimbangan untuk mendukung kebijakan pendidikan daerah.
Pihaknya berharap anggota Dewan Pendidikan mendatang memiliki latar belakang yang beragam, mulai dari praktisi pendidikan hingga pengusaha, seniman, dan budayawan.
Keragaman tersebut diperlukan untuk pengembangan pendidikan yang mencakup aspek akademik dan talenta peserta didik di bidang olahraga, seni, dan budaya.
Hingga saat ini sebanyak 45 orang telah mendaftar sebagai calon anggota Dewan Pendidikan Jatim. Pendaftaran masih dibuka hingga 16 Oktober 2026, sedangkan jumlah anggota yang dibutuhkan diperkirakan sekitar 11 orang.
“Kami mendorong siapa pun yang berminat dan ingin bersama-sama memajukan pendidikan Jawa Timur untuk mengikuti proses seleksi,” pungkas Aries.(*)