KETIK, SITUBONDO – Kepedulian terhadap dunia pendidikan dan warga kurang mampu kembali ditunjukkan oleh jajaran kepolisian. Kali ini, Satbinmas Polres Situbondo bergerak cepat membantu seorang siswa baru yang kebingungan karena tidak memiliki biaya untuk melunasi seragam sekolahnya.

Siswa tersebut bernama Ananda Krisna, putra dari Imam yang sehari-hari bekerja sebagai penjual balon keliling dan saat ini sedang dalam kondisi sakit.

Keluarga yang tinggal di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo Kota, Kabupaten Situbondo ini sempat kebingungan saat Ananda diterima masuk di SMP Negeri 1 Situbondo karena tidak punya uang untuk membeli seragam sekolah.

Kisah ini sampai ke Satbinmas Polres Situbondo ketika Imam, orang tua Ananda hanya mampu mengambil satu stel kain seragam dan hanya membawa uang sebesar Rp200.000 ke sekolah karena keterbatasan biaya.

Mendengar laporan dari pihak panitia paguyuban sekolah mengenai kondisi tersebut, Kasat Binmas Polres Situbondo, Iptu H. Rachman Fadli Kurniawan yang juga menjabat sebagai Ketua Paguyuban langsung mengambil tindakan spontan memberikan seluruh stel seragam sekolah secara gratis dan mengembalikan uang Rp200.000 milik orang tua murid tersebut utuh tanpa potongan.

Baca Juga:
Pengedar Sabu Digrebek Polisi di Rumah Kos Panji Situbondo

"Alhamdulillah, kami mendapat laporan dari panitia paguyuban kalau ada satu siswa yang tidak mampu. Orang tuanya penjual balon keliling yang sekarang sakit," jelas Iptu H. Rachman, Selasa 7 Juli 2026.

"Orang tuanya hanya mengambil satu seragam dan hanya membawa uang Rp200.000. Dari itu, kami punya inisiatif untuk memberikan seragam secara gratis. Dan kami mengembalikan uang tersebut untuk ongkos jahit kain tersebut," sambungnya.

Lebih lanjut, Iptu Rachman mengatakan, baju seragam bagi anak-anak yang akan masuk sekolah sangat penting untuk membangun mental dan rasa percaya diri mereka sejak di sekolah.

“Selain membeli seragam gratis, kita juga menyalurkan paket bantuan sembako untuk keluarga tersebut,” jelas Iptu H. Rachman.

Baca Juga:
Puncak HUT ke-80 Bhayangkara, Polres Situbondo Gelar Upacara dan Santuni Lansia

Menurut Iptu H. Rachman, seragam merupakan identitas dan seragam wujud kesetaraan. Dengan memakai seragam yang sama, maka tidak ada yang membedakan anak pejabat dan anak yatim, atau anak kurang mampu.

"Yang ada hanya semangat belajar yang sama, mimpi yang sama, untuk menjadi Generasi Emas 2045 yang hebat," pungkas Kasat Binmas.

Sementara itu, Imam mengucapkan terima kasih dan bersyukur atas kebaikan luar biasa yang ditunjukkan oleh jajaran Polres Situbondo.

"Saya sangat bersyukur dan berterima kasih banyak kepada Bapak Kapolres melalui Satbinmas Polres Situbondo yang telah memberikan seragam untuk anaknya," jelas Imam.

"Jujur, sebagai penjual balon yang sedang sakit, tabungan saya tidak cukup untuk beli seragam. Alhamdulillah, uang saya dikembalikan untuk biaya jahit dan anak saya bisa dapat seragam lengkap gratis untuk sekolah," pungkasnya.(*)