KETIK, SAMPANG – Dugaan pengabaian pelayanan publik kembali mencoreng citra fasilitas kesehatan di Kabupaten Sampang. Sejumlah pegawai UPTD Puskesmas Pengarengan terekam asyik menggelar perlombaan di teras gedung saat jam pelayanan masyarakat masih berlangsung pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

Video berdurasi 33 detik yang menampilkan aksi para tenaga medis tersebut mendadak viral di media sosial dan memicu gelombang kritik pedas dari masyarakat. Kegiatan hiburan itu dinilai melanggar etika serta mengabaikan hak-hak pasien yang membutuhkan penanganan medis.

Wakil Sekretaris DPC Madas Sedarah, Hasan Basri, mengecam keras aksi jajaran Puskesmas Pengarengan. Menurutnya, fasilitas publik adalah amanah yang wajib menjaga norma kesopanan dan keselamatan pasien, bukan wadah mencari sorak-sorai.

“Puskesmas itu tempat pengobatan dan ikhtiar menyelamatkan nyawa. Di sana ada orang sakit dan keluarga yang cemas. Sangat tidak pantas jika dijadikan ajang lomba yang menyorotkan gerakan tidak senonoh serta mengabaikan etika,” tegasnya. Senin, 24 Agustus 2026.

Ia meminta instansi terkait segera turun tangan dan menjatuhkan sanksi tegas kepada pimpinan fasilitas kesehatan tersebut.

Baca Juga:
Layanan Publik Dikorbankan demi 'Sorak-Sorai': Cermin Buruk Tata Kelola Puskesmas Pengarengan

“Kami mendesak adanya tindakan dan sanksi tegas dari pihak yang berwenang terhadap Kepala Puskesmas Pengarengan agar menjadi evaluasi total,” lanjutnya.

Menanggapi tuduhan tersebut, Kepala UPTD Puskesmas Pengarengan, dr. Indah, membantah telah mengabaikan pasien. Ia mengklaim seluruh unit pelayanan tetap beroperasi normal selama kegiatan berlangsung.

"Pelayanan publik tetap berjalan. Silakan tanyakan langsung kepada pasien. Dokter dan petugas di poli pelayanan tidak ikut lomba," ujar dr. Indah saat dikonfirmasi. 

Mengenai lokasi acara yang memanfaatkan area teras Puskesmas, dr. Indah berdalih langkah itu diambil demi efisiensi dan menjaga keberlangsungan layanan.

Baca Juga:
Kepala Puskesmas Ujung Gading Bantah Petugas Bentak Anak Saat Tes Buta Warna

"Masa harus sewa lapangan? Itu malah semakin meninggalkan pelayanan. Pasien-pasien di lokasi juga merasa senang mendapat hiburan," tutupnya. (*)