KETIK, TULUNGAGUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Tulungagung meresmikan Ikon Tematik Program Desa Berdaya di Desa Pulerejo, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Senin, 14 September 2026 malam.

Pulerejo Sport Park diusung sebagai ikon tematik dengan konsep olahraga terpadu yang diarahkan menjadi pusat sport tourism di wilayah tersebut.

Peresmian berlangsung di kawasan Pulerejo Sport Park mulai pukul 20.00 WIB. Kegiatan dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Forkopimcam Ngantru, Pemerintah Desa Pulerejo, serta tokoh masyarakat setempat.

Mewakili Gubernur Jawa Timur, hadir Kepala Bidang Pengembangan Usaha Ekonomi Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur Dr. Drs. Tamin, M.Si.

Sementara Plt. Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin S.SE. yang berhalangan hadir karena agenda mendadak diwakili Plt. Kepala DPMD Kabupaten Tulungagung Hari Prastijo.

Baca Juga:
Cak Hadi Turun Tangan, Jalan Rusak Bertahun-tahun di Lereng Gununng Wilis Kediri Kini Diperbaiki

Turut hadir Camat Ngantru, Kapolsek Ngantru, perwakilan Danramil Ngantru, Kepala Desa Pulerejo Agung Wibawanto beserta Ketua TP PKK Desa Pulerejo, jajaran BPD dan LPM, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seniman se-Wilayah Desa Pulerejo.

Mewakili Plt. Bupati Tulungagung, Hari Prastijo menyampaikan permohonan maaf karena Plt. Bupati tidak dapat menghadiri peresmian secara langsung akibat tugas penting yang muncul secara mendadak.

Dalam sambutannya, Hari memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Desa Pulerejo yang memilih konsep olahraga terpadu sebagai ikon tematik desa.

Menurutnya, konsep tersebut memiliki peluang keberlanjutan yang lebih kuat dibandingkan pembangunan desa wisata konvensional.

Baca Juga:
Plt Bupati Tulungagung Tegaskan Pentingnya Keseimbangan Kemanusiaan hingga Kelestarian Alam dalam Sinergitas Jogo Tulungagung

"Di Tulungagung ada puluhan hingga ratusan desa wisata yang dikelola BUMDes namun akhirnya redup dan tutup. Namun Desa Pulerejo mengambil kesempatan ini dengan ide yang berbeda, yaitu pembangunan Pulerejo Sport Park. Olahraga tidak akan pernah punah, apalagi tren kegiatan seperti mini soccer sedang sangat diminati masyarakat," ujar Hari Prastijo.

Ia berharap fasilitas tersebut nantinya dikelola secara profesional melalui BUMDes sehingga Pulerejo Sport Park dapat berkembang menjadi pusat sport tourism unggulan di Kabupaten Tulungagung.

Menurutnya, pengelolaan yang profesional diperlukan agar keberadaan fasilitas olahraga tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi mampu menghasilkan aktivitas ekonomi dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat desa.

Sementara itu, Kepala Desa Pulerejo Agung Wibawanto menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pembangunan desa.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama memanfaatkan sarana yang telah dibangun.

"Saya berpesan kepada seluruh masyarakat, ayo ini kita harus perjuangkan terus untuk mewujudkan Pulerejo betul-betul MESRA yakni maju ekonomi, sejahtera," tegas Agung Wibawanto.

Agung juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Tulungagung, serta seluruh elemen masyarakat yang memberikan dukungan moral maupun material hingga peresmian ikon tematik Program Desa Berdaya dapat terlaksana.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Usaha Ekonomi Desa DPMD Jawa Timur Dr. Drs. Tamin, M.Si. menyampaikan pesan Gubernur Jawa Timur mengenai pentingnya terobosan strategis melalui Program Desa Berdaya.

Program tersebut diarahkan untuk mendorong desa-desa berstatus Mandiri agar memiliki ciri khas, keunggulan, dan identitas ekonomi yang mampu bersaing.

"Peluncuran ikon tematik Desa Berdaya ini diharapkan tidak hanya sukses meningkatkan sarana fisik, tetapi juga mampu menjadi penggerak roda perekonomian warga sekitar melalui UMKM lokal dan pengelolaan potensi desa yang inovatif," ungkap Tamin.

Ia menekankan bahwa keberadaan ikon tematik harus memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.

Infrastruktur yang dibangun diharapkan dapat terhubung dengan pengembangan UMKM dan potensi ekonomi desa sehingga menciptakan aktivitas ekonomi baru.

Rangkaian peresmian berlangsung meriah dengan syukuran dan pertunjukan seni budaya lokal.

Masyarakat memadati kawasan Pulerejo Sport Park untuk mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

Peresmian secara simbolis ditandai dengan penandatanganan prasasti dan penyerahan dukungan Program Desa Berdaya Tahun 2026.

Acara juga dimeriahkan drama kolosal yang mengangkat asal muasal Gunung Budeg dan Candi Roro Jonggrang.

Selain itu, masyarakat Desa Pulerejo dihibur dengan Kirab Warok yang menjadi bagian dari rangkaian pertunjukan seni budaya dalam peresmian ikon tematik tersebut.(*)