KETIK, TUBAN – Langkah cepat diambil oleh jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tuban demi mengantisipasi potensi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang marak dikhawatirkan di sejumlah wilayah Indonesia.
Petugas dikerahkan untuk melakukan pemantauan dan pengecekan ketat di 31 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tersebar di wilayah Kabupaten Tuban.
Hasilnya, Polresta Tuban memastikan bahwa pasokan BBM, baik jenis subsidi maupun nonsubsidi, di Bumi Wali dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan aktivitas harian masyarakat.
Distribusi pasokan energi dari PT Pertamina Fuel Terminal Tuban ke seluruh SPBU dipastikan berjalan lancar saban hari. Di lapangan, petugas juga sama sekali tidak mendapati adanya antrean mengular, aksi borong atau panic buying, ataupun aktivitas pembelian ilegal dalam skala besar.
Kasihumas Polresta Tuban, Iptu Mokhamad Iksan, menjelaskan bahwa sidak dan pemantauan adalah langkah mitigasi taktis demi memastikan rantai pasok distribusi energi di Tuban tidak terganggu.
Baca Juga:
Bagikan BBM Gratis ke Ojol Malang, Gubernur Khofifah Pastikan Stok Jatim Aman"Distribusi dari Pertamina ke SPBU berjalan normal dan tidak ditemukan antrean panjang," tegas Iptu Mokhamad Iksan kepada Ketik.com, Senin 19 Oktober 2026.
Melihat kondisi kondusif ini, Iptu Mokhamad Iksan mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan melakukan pengisian bahan bakar sesuai dengan volume kebutuhan wajar. Pembelian yang berlebihan justru dikhawatirkan bisa memicu efek domino psikologis yang merugikan publik.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak panik dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan,” tambahnya.
Pasokan BBM yang terjaga dinilai krusial karena menjadi urat nadi berbagai sektor penting di Tuban, mulai dari transportasi, pertanian, perikanan, hingga operasional sektor industri terpadu.
Baca Juga:
Pertamina Pastikan Stok BBM di Jatim Aman, Wagub Emil Sebut Distribusi ke SPBU LancarKendati situasi terkendali, korps kepolisian tidak mau kecolongan. Polresta Tuban tetap memasang radar waspada penuh terhadap potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi, termasuk mengendus dugaan penimbunan oleh oknum-oknum nakal yang mencari celah keuntungan pribadi.
Guna memperkuat pengawasan, koordinasi berkala dengan manajemen PT Pertamina Fuel Terminal Tuban dan para pengelola SPBU terus diintensifkan. Pengelola SPBU diminta bergerak proaktif untuk segera melapor jika melihat eskalasi antrean atau menipisnya stok tangki penyimpanan.
Di tingkat akar rumput, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) juga telah diinstruksikan untuk menaikkan tensi patroli di sekitar kawasan SPBU di wilayah hukum masing-masing demi menjaga ketertiban umum.
"Apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan BBM bersubsidi, petugas akan melakukan penyelidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku," pungkas Kasihumas Polresta Tuban. (*)