KETIK, BREBES – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes mengerahkan 32 tenaga kesehatan untuk melaksanakan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Brebes.
Kegiatan tersebut digelar bertepatan dengan Sosialisasi Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat oleh Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma di Desa Wlahar, Kecamatan Larangan, Rabu 15 Juli 2026.
Kepala Dinkesda Brebes dr. Heru Padmonobo menjelaskan, 32 nakes yang diterjunkan terdiri dari 4 dokter umum, 4 dokter gigi, dan tenaga kesehatan lainnya.
"Total nakes dalam CKG pagi ini sebanyak 32 orang. Rinciannya 4 dokter umum dan 4 dokter gigi," ungkap Heru.
Dalam pelaksanaan CKG, Dinkesda juga melakukan pengolahan data pasca skrining dan integrasi sistem rujukan digital. Siswa yang teridentifikasi memiliki keluhan kesehatan akan langsung terhubung dengan aplikasi SATUSEHAT Mobile milik Kementerian Kesehatan. Hal ini bertujuan memudahkan pemantauan dan tindak lanjut kesehatan siswa.
Baca Juga:
Sekolah Rakyat di Brebes Diresmikan, Bupati: Investasi Pendidikan untuk Indonesia EmasKuota Siswa SD Masih Kurang
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Brebes Imam Baehaqi menyampaikan saat ini sebanyak 209 siswa mengikuti sosialisasi MPLS di Sekolah Rakyat Terintegrasi Brebes. Rinciannya 29 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.
"Target per jenjang SD, SMP, dan SMA adalah 90 siswa atau 3 rombongan belajar. Masing-masing rombel berisi 30 siswa," terang Imam.
Ia menyebut untuk jenjang SMP dan SMA kuota sudah terpenuhi. Sedangkan untuk jenjang SD baru terisi 1 rombel atau 29 siswa.
Baca Juga:
Haru dan Bangga, Orang Tua Wali Murid Titipkan Masa Depan Anak di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota KediriUntuk memenuhi target total 270 siswa, Dinsos akan kembali melakukan penjangkauan ke desa-desa hingga 25 Juli 2026. Pendataan akan dilakukan bersama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dengan sasaran anak yang masuk Desil 1 dan Desil 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.
"Ke depan kami akan menambah penjangkauan untuk SMP dan SMA sehingga masing-masing jenjang bertambah 1 rombel lagi," pungkasnya (*).