KETIK, MALANG – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menjadi salah satu kampus di Kota Malang yang menerima mahasiswa afirmasi dan akan diwisuda besok Sabtu, 24 Oktober 2026. Mahasiswa afirmasi yang akan resmi lulus adalah angkatan 2025.

Wisuda ini akan menjadi momen pertama kalinya mahasiswa afirmasi lulus. Pasalnya program afirmasi baru diterapkan pada tahun 2025.

Program afirmasi ini sendiri merupakan program dari Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dengan program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Unikama. Dalam acara wisuda besok, GTK akan turut hadir untuk disampaikan kepada pusat.

Afirmasi merupakan program pemerintah untuk memberikan perkuliahan bagi guru-guru yang belum menempuh jenjang sarjana (S1). Sehingga, para guru memiliki ijazah S1 sebagai bentuk bukti kompetensi dan profesionalisme.

Program afirmasi sendiri menggunakan teknik pembelajaran daring karena para mahasiswa atau guru-guru tersebut berada di daerah tempat bertugas. 

Baca Juga:
CDC UIN Maliki Malang Bahas Optimalisasi Tracer Study Bersama FISIP UNS Solo

Setelah lulus periode ini, mahasiswa afirmasi akan langsung diikutkan program PPG dengan waktu tempuh hanya 2 bulan bagi lulusan program afirmasi ini. Setelah dinyatakan lulus, para guru akan menjadi guru profesional dengan gelar GR.

Untuk mengikuti program afirmasi, para guru harus memenuhi syarat yang ditentukan langsung oleh pusat. Syarat paling utama adalah mereka yang sudah mengajar sesuai dengan dapodik di masing-masing wilayah.

Rektor Unikama, Prof. Sudi Dul Aji mengungkapkan bahwa mahasiswa afirmasi ini tersebar dari berbagai daerah, seperti mahasiswa PGSD di Jawa Timur. Sementara itu, mahasiswa PGSD angkatan tahun 2025 terbanyak dari Jawa Timur dan angkatan 2026 telah menyebar hingga Mamuju, Sulawesi.

"Menyebar kalau untuk PGSD Jawa Timur lah ya, dari Pacitan, dari Trenggalek, dari Blitar, dari Madura, Mojokerto, jadi bermacam-macam. Demikian juga PAUD, PAUD itu juga bermacam-macam yang 2025 ini ya tapi masih wilayah Jawa Timur, tapi yang 2026, nah ini sudah agak jauh ini, sudah Kalimantan, Sulawesi, mana Mamuju itu. Sulawesi ya itu ya, Sulawesi itu dari sana yang kebanyakan untuk 2026, tapi 2025 kemarin masih Jawa Timur," ujar Prof. Sudi Dul Aji.

Baca Juga:
Usai Lantik 176 Pejabat, Wahyu Hidayat Targetkan Isi Jabatan Kosong Pemkot Malang

Prof. Sudi Dul Aji mengatakan bahwa rata-rata mahasiswa afirmasi berusia 50 tahun ke atas, di mana selama puluhan tahun mereka telah mengabdikan diri untuk mengajar. Sehingga harapannya dengan program afirmasi ini, mereka bisa mendapatkan sertifikat sebelum pensiun.

Sebagai kampus yang menerima program afirmasi, tentunya Unikama juga telah memenuhi segala persyaratan yang telah ditentukan. Prof. Sudi Dul Aji menyampaikan jika untuk membuka program afirmasi harus mengajukan proposal terlebih dahulu sebagai pelaksana kegiatan.

Setelah itu, pusat akan melihat dari segi dosen hingga kelengkapan proses pembelajaran. Dari situ akhirnya Unikama ditetapkan sebagai kampus tempat program afirmasi karena tidak semua perguruan tinggi bisa mendapatkan kesempatan tersebut.

"Kita mengajukan proposal itu untuk bisa ditetapkan sebagai pelaksana kegiatan itu. Jadi salah satu pertimbangannya bahwa kita memiliki program studi itu akreditasinya baik sekali, institusinya juga baik sekali," jelas Prof. Sudi Dul Aji.

"Kemudian kita akan dilihat dari segi dosen dan kelengkapan profesor pembelajarannya. Nah itulah kemudian ditetapkan, tidak semua perguruan tinggi mendapatkan kesempatan mendapatkan afirmasi ini," imbuhnya.

Ia juga menyampaikan jika Unikama berupaya untuk meningkatkan dosen, sarana, hingga akreditasi untuk bisa menjadi salah satu tempat program afirmasi.

"Juga beberapa kita upayakan baik sarananya, dosennya, akreditasi yang itu menentukan juga karena akreditasi itu mencerminkan kurikulum dan aktivitas SDM di dalamnya," tutur Prof. Sudi Dul Aji.(*)