KETIK, SLEMAN – Langkah Pemerintah Kabupaten Sleman dalam membenahi tata kelola lingkungan kembali membuahkan hasil nyata. Daerah ini resmi menembus enam besar nasional dalam penilaian Sistem Pengelolaan Sanitasi sekaligus ajang bergengsi Hari Habitat Dunia.
Kepastian tersebut didapat saat Tim Penilaian dan Verifikasi Lapangan dari Pusat menyambangi Sleman pada Senin siang, 26 Oktober 2026.
Kedatangan tim ahli bersama jajaran Kementerian Pekerjaan Umum RI ini diterima langsung oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya dan Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa beserta jajaran kepala perangkat daerah di Ruang Rapat Sembada Setda Sleman.
Proses verifikasi kali ini berfokus pada dua titik, yakni TPST Donokerto di Kapanewon Turi dan TPST Madurejo di Kapanewon Prambanan. Pengujian lapangan menyasar berbagai aspek, mulai dari keandalan infrastruktur air limbah domestik, pengelolaan sampah terpadu, regulasi daerah, kelembagaan, pembiayaan, hingga partisipasi masyarakat.
Hasil peninjauan di TPST Donokerto menunjukkan capaian positif. Sampah yang dikelola di lokasi tersebut terbukti berhasil diolah menjadi refuse-derived fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif.
"Kami datang untuk menilai dan memverifikasi TPST Donokerto yang dibangun menggunakan APBD serta melihat komitmen Pemkab Sleman seperti apa. Ternyata, TPST Donokerto berfungsi baik sesuai rencana," kata Kasubdit Wilayah II Direktorat Sanitasi Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU, R Nuzulina Ilmiaty Ismail ST MT.
Ia mengungkapkan, hasil pengolahan sampah di TPST Donokerto tidak hanya mengurangi volume limbah, tetapi langsung dimanfaatkan secara industri. Pemkab Sleman melalui Dinas Lingkungan Hidup bahkan telah menggandeng PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) untuk menampung pasokan RDF sebagai bahan bakar operasional pabrik semen.
Baca Juga:
Hasil Program Beasiswa Sleman Pintar, Lulus Amikom Langsung Diterima Kerja di PT KAI"Seminggu dua kali, PT SBI mengambil RDF siap pakai. Pembiayaan dari PT SBI pada akhir tahun, sehingga setiap tahun ada kelebihan pembayaran kepada Pemkab Sleman," jelas Nuzulina.
Secara operasional, fasilitas tersebut dinilai berfungsi optimal sesuai perencanaan awal. Prestasi ini menempatkan Sleman sejajar dengan lima daerah lain yang lolos seleksi nasional, yakni Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, Kota Makassar, Kota Kendari, dan Kota Padang.
Plt Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU DIY, Eddy Sabar M Torano, menyebut langkah konkret Pemkab Sleman berhasil menekan pencemaran lingkungan secara signifikan.
"Secara visual sudah sangat baik. Kabupaten Sleman resmi terpilih dari enam kabupaten/kota dalam ajang penghargaan bergengsi Hari Habitat Dunia," ungkap Eddy.
Ia menambahkan, fasilitas tersebut juga akan terus didorong untuk meningkatkan kapasitasnya dalam mengatasi persoalan sampah.
Hal senada diungkapkan oleh Ketua Tim Penilai sekaligus Pemerhati Sanitasi, Ir Dwityo Akoro MURP. Menurutnya, tolok ukur pembangunan sanitasi yang baik bukan sekadar megahnya bangunan fisik.
"Keberhasilan pembangunan sanitasi tidak hanya diukur dari banyaknya infrastruktur yang sudah dibangun, tetapi juga dari keberfungsian infrastruktur tersebut, kualitas pelayanan yang diberikan, kemudian manfaat yang nanti dirasakan masyarakat, serta yang tidak kalah penting adalah keberlanjutan pengelolaannya," tegas Dwityo.
Menanggapi berbagai apresiasi tersebut, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyampaikan rasa syukur dan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola lingkungan di wilayahnya.
"Kami menyadari bahwa masih terdapat berbagai tantangan yang perlu ditangani, baik dalam peningkatan cakupan layanan sanitasi aman maupun pengelolaan lingkungan secara keseluruhan. Oleh karena itu, kami menyambut baik setiap masukan dan rekomendasi dari tim penilai sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan keberlanjutan pengelolaan sanitasi di Kabupaten Sleman," ujar Bupati Harda.
Bupati Sleman Harda Kiswaya berharap hasil evaluasi dan verifikasi lapangan ini dapat menjadi pijakan bagi Pemkab Sleman untuk melahirkan terobosan-terobosan baru yang berorientasi pada kelestarian lingkungan dan kenyamanan warga.
"Semangat kami untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat semakin kuat. Mudah-mudahan, penilaian ini dapat memicu inovasi dan kreativitas kami dalam hal tata kelola sampah," pungkasnya. (*)