KETIK, JAKARTA – Marco Bezzecchi menutup MotoGP Austria 2026 dengan podium yang terasa jauh lebih memuaskan dibanding hasil Sprint sehari sebelumnya.

Rider Aprilia itu finis ketiga dalam balapan utama di Red Bull Ring, Minggu (20/9/2026), setelah terlibat pertarungan ketat dengan rekan setimnya, Jorge Martin, hingga lap terakhir. Jarak keduanya di garis finis hanya 0,192 detik.

Bagi Bezzecchi, hasil tersebut menjadi bukti bahwa podium kali ini bukan sekadar keberuntungan.

Jika pada Sprint ia finis ketiga setelah memanfaatkan drama di depan, kali ini pembalap Italia tersebut benar-benar harus bekerja keras untuk mempertahankan posisi podium.

Aprilia Langsung Kuasai Barisan Depan

Baca Juga:
Marc Marquez Selamat dari Masalah Rem di Austria

Bezzecchi mengawali balapan dari posisi keempat dan langsung mendapatkan start yang sangat bagus.

Begitu lampu padam, tiga Aprilia langsung mengisi posisi terdepan. Martin memimpin, Bezzecchi berada di posisi kedua, sementara Ai Ogura mengikuti di posisi ketiga.

Bahkan pada awal lap kedua, Bezzecchi berani menyerang Martin di Tikungan 1.

Manuvernya berhasil. Bezzecchi mengambil alih posisi pertama dan untuk beberapa saat membuat Aprilia berada di posisi 1-2-3.

Baca Juga:
Raih Kemenangan Perdana di GP Austria, Acosta Tebus Kesalahan

Namun Martin tidak membiarkannya terlalu lama menikmati posisi tersebut. Pole-sitter langsung membalas di Tikungan 3 dan kembali memimpin balapan.

Di belakang mereka, Pedro Acosta mulai menunjukkan kecepatannya.

Setelah melewati Ogura, rider KTM tersebut mulai menekan Bezzecchi. Pada lap keempat, Bezzecchi sedikit melebar di Tikungan 10 dan Acosta langsung memanfaatkannya untuk mengambil posisi kedua.

Sejak saat itu, Bezzecchi harus mengubah fokus Bukan lagi mengejar kemenangan, melainkan menjaga Aprilia tetap berada di podium.

Pertarungan dengan Martin di Ujung Balapan

Acosta kemudian berhasil menyalip Martin pada lap kesembilan dan mulai membangun keunggulan di depan.

Sementara itu, Bezzecchi tetap menjaga ritmenya. Martin sempat mencoba mengejar Acosta, tetapi semakin lama jarak dengan pembalap KTM tersebut semakin sulit dipangkas. Bezzecchi pun tetap berada tidak jauh dari rekan setimnya.

Memasuki fase akhir balapan, justru perebutan posisi kedua kembali menjadi menarik.

Martin mulai mengalami degradasi ban dan tidak mampu mempertahankan kecepatan seperti sebelumnya. Bezzecchi pun semakin dekat.

Pada lap-lap terakhir, selisih keduanya menyusut hingga sekitar dua persepuluh detik.

Bezzecchi memiliki peluang untuk menyerang. Namun Martin mampu bertahan sampai garis finis. Jarak akhirnya hanya 0,192 detik.

Acosta menang dengan keunggulan lebih dari satu detik, Martin kedua, dan Bezzecchi ketiga.

“Kami Memang Layak Mendapatkan Podium Ini”

Setelah balapan, Bezzecchi mengaku jauh lebih puas dibandingkan ketika meraih podium Sprint.

Hal tersebut terlihat dari komentarnya kepada MotoGP.com.

“Saya pikir kami memang layak mendapatkan podium hari ini," ucap Bezzecchi.

Komentar tersebut juga menjadi pembeda dengan hasil Sprint.

Pada Sabtu, Bezzecchi mengakui bahwa podium ketiganya ikut terbantu oleh kecelakaan Acosta ketika masih memimpin. Namun pada Minggu, ia merasa podium tersebut benar-benar lahir dari performa Aprilia dan perjuangan sepanjang balapan.

Bezzecchi bahkan harus berhadapan dengan situasi yang cukup sulit karena Aprilia memiliki tiga motor di posisi terdepan pada awal balapan.

Ai Ogura juga tampil kuat dan akhirnya finis keempat, hanya sekitar 1,7 detik dari Bezzecchi. Artinya, Aprilia tidak hanya memiliki satu pembalap yang kompetitif di Red Bull Ring.

Dari sisi Bezzecchi, performa tersebut menjadi sinyal positif setelah akhir pekan Misano yang berakhir mengecewakan.

Ia datang ke Austria sebagai penghuni posisi ketiga klasemen dan masih menjadi salah satu pembalap yang berada dalam radar perebutan gelar.

Setelah Austria, Bezzecchi mengoleksi 264 poin, tertinggal 42 poin dari Martin yang memimpin klasemen.

Aprilia Makin Serius di Papan Atas. Yang juga menarik adalah konsistensi Aprilia sepanjang akhir pekan.

Martin memenangkan Sprint, kemudian finis kedua pada balapan utama. Bezzecchi mengikutinya dengan dua podium. Ini membuat Aprilia menjadi kekuatan utama yang mampu memberikan tekanan kepada KTM di Red Bull Ring.

Bahkan ketika Acosta akhirnya menemukan pace terbaiknya dan merebut kemenangan perdana MotoGP, dua motor Aprilia tetap mengamankan posisi kedua dan ketiga.

Bagi Bezzecchi sendiri, podium Austria mungkin tidak menghasilkan 25 poin seperti yang diharapkan.

Namun ada sesuatu yang lebih penting. Ia membuktikan bahwa dirinya mampu bertarung sampai lap terakhir, bahkan ketika harus berhadapan langsung dengan rekan setim yang sedang memimpin kejuaraan dunia.

Dan yang paling menarik, Bezzecchi hanya membutuhkan 0,192 detik lagi untuk mengubah podium ketiga menjadi posisi kedua.

Setelah Austria, satu hal semakin jelas: Aprilia bukan lagi sekadar pengganggu dalam perebutan gelar 2026. Mereka sudah menjadi salah satu kekuatan utama di barisan depan. (*)