KETIK, MALANG – ‎Sebanyak 50 Industri Kecil dan Menengah (IKM) mendapat pelatihan pengolahan kain  perca dan kerajinan anyaman dari Disperindag Kabupaten Malang. Pelatihan yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) digelar di Cemara Ball Room 3-6 November 2026.
‎
‎Pelatihan menghadirkan pemateri berkompeten dalam bidangnya, salah satunya dari Komunitas Kain Perca Pela Nusa. Kepala Bidang Industri Non Agro Disperindag Kabupaten Malang Indra Anggraini menjelaskan terkait dua pelatihan tersebut.
‎
‎"Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang melaksanakan kegiatan pelatihan peningkatan keterampilan bagi IKM. Yaitu pelatihan kerajinan anyaman dari bahan sintetis dengan peserta lima puluh orang, kemudian pelatihan kerajinan dari kain perca sebanyak lima puluh orang," ujarnya kepada Ketik.com, Kamis, 5 November 2026.
‎
‎Lebih lanjut ia mengatakan, pelatihan ini merupakan yang pertama digelar menggunakan DBHCHT di Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2026.
‎
‎Sedangkan sasaran para peserta pelatihan kata ia, merupakan pelaku IKM. Dalam hal ini yang telah beroperasi dan memiliki  Nomor Induk Berusaha (NIB).


Para pelaku IKM ketika mengikuti pelatihan Disperindag Kabupaten Malang memanfaatkan DBHCHT. (Foto: Binar Gumilang/Ketik.com)

 

‎
‎"Jadi kegiatan ini mereka memang IKM yang sudah melakukan kegiatan usaha. Jadi sudah punya dasar-dasar, seperti kalau anyaman sudah bisa menganyam dan memang sudah punya kegiatan menganyam, punya kegiatan yang sejenis," ucapnya.
‎
‎Ia mencontohkan pelatihan kerja yang artinya kerajinan dari produk kain memanfaatkan dari limbah-limbah kain yang dari garmen ataupun dari tekstil industri.
‎
‎"Mereka sudah punya dasar, bukan terkait dengan penumbuhan wirausaha baru. Sehingga nantinya akan terjadi peningkatan kapasitas dan kualitas dari produksi mereka," kata wanita ranah ini.
‎
‎Menurutnya, para peserta sangat antusias mengikuti pelaris tersebut. "Alhamdulillah para peserta mengikuti pelatihan ini hingga tuntas. Karena banyak manfaat yang diterima melalui pelatihan ini," sebutnya.
‎
‎Melalui pelatihan ini kata ia, para peserta dapat semakin mahir. Selain itu juga dapat meningkatkan kreativitas dalam membuat produk mereka masing-masing.
‎
‎"Harapannya, peserta mampu mengaplikasikan hasil-hasil dari pelatihan ini yaitu menciptakan produk-produk yang lebih baik lagi, kreatif dan inovatif," tuturnya. (*)
‎
‎

Baca Juga:
Bencana Hidrometeorologi Mengintai! Kapolres Malang Siagakan 800 Personel Gabungan, 5 Titik Rawan Dipetakan
Baca Juga:
Kapolres Malang Kukuhkan 360 Dai Kamtibmas, Siapkan Benteng Desa Hadapi Hoaks hingga Judi Online!