KETIK, MALANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur tengah bersiap memperluas jangkauan layanan Trans Jatim di wilayah Malang Raya. Tidak hanya fokus pada mobilitas penumpang, pengembangan juga menyasar sektor logistik lewat jasa pengiriman barang bernama Trans Jatim Ekspedisi atau disingkat Tradisi.

Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan Dishub Provinsi Jawa Timur, Cito Eko Yuli Saputro, mengatakan, layanan ekspedisi ini ditargetkan akan operasional bersamaan dengan pembukaan Trans Jatim Koridor 2 Malang Raya. 

"Apabila tidak ada kendala, kami merencanakan target koridor dua dan layanan Tradisi selesai bersamaan dan siap beroperasi saat Oktober 2026 nanti," jelasnya, Minggu, 5 Juli 2026. 

Diketahui, layanan Tradisi telah lebih dulu hadir di kawasan Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan). Meski mendapat apresiasi positif dari masyarakat, namun Dishub Jatim mencatat adanya evaluasi pada sistem operasional lama. 

Pasalnya di wilayah Gerbangkertosusila, layanan tersebut menggunakan konsep pool to pool, di mana masyarakat harus mengambil paketnya sendiri di terminal dan konsep ini dinilai kurang efektif. 

Baca Juga:
Sopir Angkot di Kota Malang Protes Operasional Trans Jatim, Tolak Koridor 2 dan Tuntut Evaluasi Jarak Antar Halte

Sedangkan untuk layanan Tradisi yang akan diluncurkan di Malang Raya, berkonsep point to point atau pengantaran langsung dari titik dropping di terminal langsung ke rumah penerima memakai kurir.

Di sisi lain, layanan ini dihadirkan untuk memperluas pelayanan dan memudahkan masyarakat dalam mengirimkan barang. 

Kini, pihaknya masih terus berkomunikasi dengan perusahaan ojek online serta PT Pos untuk membahas kerjasama terkait penyediaan tenaga kurir untuk melayani pengantaran barang langsung ke rumah. 

Untuk harga pengiriman, Dishub Jatim telah menetapkan skema tarif yang sangat kompetitif dan merata. Yaitu, dihitung per kilometer sebesar Rp2.500.

Baca Juga:
Tembus Jangkauan Malang Selatan, Rute Trans Jatim Kepanjen-Arjosari Siap Beroperasi Oktober 2026

"Pengguna layanan tidak perlu naik Trans Jatim, tetap bisa mengirimkan barangnya lewat Tradisi. Untuk tarif pengiriman yang kami terapkan, bersifat all in untuk semua wilayah di Jawa Timur," pungkasnya. (*)