KETIK, SLEMAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sleman memberikan apresiasi terhadap program kegiatan Dinas Pertanian, Pangpan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman dalam upaya menjaga kelestarian ekosistem perairan darat.

Pelaksanaan Gerakan Cinta Air 2026 bertajuk “Setetes Kebaikan untuk Bumi” yang digelar di Embung Jetis Suruh, Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, dinilai menjadi langkah konkret merespons ancaman krisis air serta dampak perubahan iklim global.

Kepala DP3 Kabupaten Sleman, Liem Astuti, didampingi Kabid Perikanan DP3 Sleman 
Wilyada Radianing menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor. Langkah ini untuk menjaga fungsi ekologis embung dan Daerah Aliran Sungai (DAS), sekaligus memperkuat sektor perikanan tangkap berbasis konservasi di wilayah Sleman.

Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi aksi bersih sungai di sekitar area embung, kampanye Gemarikan dan lomba mewarnai bagi anak-anak, kompetisi mancing ikan invasif, simbolis penebaran 50 kilogram benih ikan endemik (Nilem dan Tawes) serta penyerahan Ikan Wader ke komunitas mancing, pemasangan papan larangan pelepasan ikan invasif, penyerahan hadiah lomba, bazar UMKM perikanan, hingga sarasehan edukasi lingkungan bertema 'Generasi Muda Bergerak, Menjaga Air untuk Negeri'.

Liem Astuti menegaskan DP3 Sleman terus mengedukasi masyarakat agar tidak melepasliarkan jenis ikan invasif seperti Alligator Gar, Piranha, Arapaima, Red Devil, Peacock Bass, dan Sapu-Sapu, maupun ikan berpotensi invasif seperti Bawal, Mas atau Tombro, Lele, Kura-Kura Brazil, Nila, Hampala, Red Tail Catfish, Toman, hingga Lobster Air Tawar ke perairan umum.

Baca Juga:
Ratusan Warga Turun ke Kali, Tebar 50 Kg Ikan hingga Berburu Ikan Invasif di Embung Jetis Suruh

Melalui ajang mancing ikan invasif dalam rangkaian Gerakan Cinta Air di Embung Jetis Suruh, tercatat hampir 300-an ekor ikan Red Devil berhasil diangkat dan dibersihkan dari embung.

"Melalui tema 'Setetes Kebaikan untuk Bumi', kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa menjaga kualitas air dan melestarikan ekosistem perairan darat adalah investasi penting bagi masa depan lingkungan serta ketahanan pangan masyarakat," tegas Liem Astuti, Sabtu 10 Oktober 2026.

Ketua Komisi C DPRD Sleman, Bambang Sigit Sulaksono, mengapresiasi dan menyampaikan dukungannya terhadap Gerakan Cinta Air 2026 di Embung Jetis Suruh, Sabtu 10 Oktober 2026. (Foto: Fajar R/Ketik.com)

Inisiatif dan komitmen pelestarian lingkungan tersebut disambut hangat oleh legislatif. Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sleman, Bambang Sigit Sulaksono, menegaskan bahwa aksi pemulihan lingkungan secara konsisten sangat penting di tengah kondisi cuaca ekstrem yang dipicu oleh fenomena El Niño. Dirinya menilai program konservasi perairan tidak hanya menjaga daya dukung lingkungan hidrologis, melainkan juga memberikan kontribusi positif yang berantai terhadap sektor perekonomian dan ketahanan pangan masyarakat pedesaan.

Baca Juga:
PAN Sleman Lantik Pengurus Cabang dan Ranting, Target Masuk 3 Besar Pemilu Mendatang

"Ini kegiatan yang sangat luar biasa. Apalagi di situasi yang sekarang ini, dampak El Niño, cuacanya luar biasa panas dan air itu baru hilang di mana-mana. Dalam situasi seperti ini, saya sangat mendukung," tegas Bambang Sigit Sulaksono di sela-sela acara.

Bambang Sigit menilai, keberadaan fasilitas penampung air seperti embung yang telah dibangun oleh pemerintah harus difungsikan secara optimal dan berkelanjutan demi kemaslahatan publik. Program penebaran benih ikan endemik (restocking) jenis nilem dan tawes sebanyak 50 kilogram dalam acara ini dinilai jauh lebih tepat sasaran jika dibandingkan dengan skema bantuan kelompok pembudidaya konvensional yang kerap berisiko merugi saat pascapanen.

"Kita itu kan sudah dikasih fasilitas embung oleh pemerintah. Embung-embung itu ya dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan rakyat. Daripada program yang bantu kelompok-kelompok yang nanti hasilnya setelah dipanen malah rugi, ini malah lebih bermanfaat. Embung disebar benih, nanti pada saat jatahnya panen tinggal dipakai untuk mancing bareng. Wah, itu jos banget," ungkap Bambang dengan penuh semangat.

Kepala DP3 Sleman Liem Astuti (kiri) didampingi Kabid Perikanan DP3 Sleman Wilyada Radianing saat memberikan keterangan mengenai kegiatan Gerakan Cinta Air 2026 di Embung Jetis Suruh, Donoharjo, Ngaglik. (Foto: Fajar R/Ketik.com)

Siap Amankan Dukungan Anggaran

Melihat besarnya dampak positif yang dirasakan masyarakat, Komisi C DPRD Sleman mendorong DP3 Sleman untuk terus memperluas jangkauan serta menambah frekuensi agenda serupa di berbagai titik embung maupun daerah aliran sungai (DAS) se-Kabupaten Sleman. Bambang Sigit menegaskan pihaknya siap memosisikan diri siap mengawal penuh dukungan alokasi anggaran melalui penyusunan Pokok-Pokok Pikiran (Pokkir) Dewan maupun pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Sebenarnya untuk kegiatan ini di penganggaran, tugas kami menyiapkan anggarannya. Program penyusunan rencana dan program itu dari dinas, kami me-support di anggaran. Kegiatan yang memang bermanfaat untuk kemaslahatan orang banyak, nah itu harus kita support. Pembangunan tidak hanya infrastruktur, pembangunan SDM, jasmani, dan rohani itu sangat penting," terang legislator dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Ia menambahkan, alokasi anggaran untuk program pelestarian perairan dan pemberdayaan masyarakat dipastikan aman serta siap didorong sepanjang memenuhi prosedur regulasi yang berlaku.

"Pokoknya yang penting tidak menyalahi peraturan perundang-undangan. Kami siap kapan pun untuk menganggarkan kalau ini menjadi usulan masyarakat dan memang prospeknya bagus," tambahnya.

Dorong Kesadaran Lingkungan dan Kolaborasi

Kegiatan yang melibatkan sekitar 300 peserta dari lintas sektor mulai dari unsur pimpinan daerah, akademisi UGM, hingga komunitas lokal seperti Pokmaswas, ASPPIN, maupun komunitas pemancing Wader Cakul Jogja (WCJ) ini juga diisi aksi bersih sungai, kompetisi mancing ikan invasif, hingga sosialisasi Gemarikan dan bazar UMKM perikanan.

Antusiasme masyarakat dalam aksi gotong royong ini membuktikan bahwa kesadaran lingkungan dapat dibangun melalui kolaborasi yang menyenangkan.

Selain berfokus pada kelestarian perairan dan restocking populasi ikan lokal, Bambang turut menyoroti maraknya alih fungsi lahan pertanian produktif di wilayah Kabupaten Sleman menjadi kawasan permukiman. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian bumi, merawat kawasan resapan air, serta menggalakkan gerakan menanam tanaman pangan mandiri di lingkungan pekarangan rumah demi menjaga kedaulatan pangan keluarga.

"Sleman itu kawasan strategis, banyak alih fungsi lahan sawah menjadi perumahan. Nah itu harus ditata. Kalau tidak ditata, kasihan anak cucu kita nanti tidak bisa menikmati keindahan alam Sleman. Mari kita rawat pertiwi, kita jaga perikanan sungai, dan kita tanam tanaman pangan untuk masa depan," pungkasnya.(*)