KETIK, PASAMAN BARAT – Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto bersilaturahmi dengan jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pasaman Barat di Lopau Dolop, Jalan KKN, Simpang Empat, Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman, Kamis (22/10/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ajang mempererat hubungan kemitraan antara kepolisian dan insan pers. Dalam agenda tersebut Kapolres juga membahas situasi keamanan di Pasbar, kenakalan remaja, serta pentingnya penyampaian informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat.
Kedatangan Kapolres bersama rombongan disambut Ketua PWI Pasaman Barat M. Junir Sikumbang, didampingi Sekretaris Yulison dan jajaran pengurus PWI Pasaman Barat.
Dalam kesempatan itu, Kapolres menyampaikan ucapan selamat kepada M. Junir yang terpilih sebagai Ketua PWI Pasaman Barat periode 2026–2029 melalui Konferensi Luar Biasa (Konferlub) PWI Pasaman Barat pada 16 Oktober 2026.
Ia berharap kepengurusan PWI yang baru dapat terus memperkuat sinergi dengan kepolisian, terutama dalam menjalankan fungsi kontrol sosial dan menyampaikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Baca Juga:
Dorong Jurnalisme Berkualitas, BP Batam Bangun Sinergi dengan Dewan Pers“Dengan terbentuknya kepengurusan PWI Pasaman Barat periode 2026–2029, kami berharap sinergi dan kerja sama yang solid dapat terus ditingkatkan, khususnya dalam menjalankan fungsi kontrol sosial dan menyampaikan informasi kepada masyarakat,” ujar Agung.
Menurutnya, pers memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah melalui pemberitaan yang informatif dan edukatif. Karena itu, komunikasi terbuka antara kepolisian dan wartawan perlu terus dijaga agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap akurat, berimbang, dan profesional.
Kerahkan 80 Personel untuk Patroli Malam
Dalam pertemuan tersebut, AKBP Agung Tribawanto juga menjelaskan upaya Polres Pasaman Barat menjaga situasi kamtibmas melalui patroli rutin setiap malam dengan mengerahkan sekitar 80 personel.
Baca Juga:
Struktur Pengurus PWI Pasaman Barat 2026–2029 Rampung, Segera Diajukan ke PWI SumbarPatroli tersebut menjadi salah satu langkah kepolisian untuk mencegah gangguan keamanan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Selain persoalan kamtibmas, Agung menyoroti kenakalan remaja yang menjadi perhatian pihak kepolisian. Ia mengungkapkan, polisi sebelumnya mengamankan 30 remaja yang terindikasi melakukan aktivitas melanggar norma di sebuah kafe.
Menurutnya, pengawasan terhadap aktivitas remaja perlu menjadi perhatian bersama, baik oleh kepolisian, orang tua, maupun pihak sekolah.
Polres Pasaman Barat juga berencana menerapkan kebijakan jam malam bagi remaja atau pelajar sebagai salah satu upaya pencegahan. Rencana tersebut akan dibarengi dengan koordinasi bersama orang tua, kepala sekolah, dan guru.
Agung mengingatkan bahwa kurangnya pengawasan dapat membuka peluang bagi remaja terlibat dalam perilaku yang melanggar hukum.
Karena itu, ia berharap seluruh elemen masyarakat ikut berperan dalam menjaga lingkungan dan memberikan perhatian terhadap aktivitas anak-anak, terutama pada malam hari.
"Masyarakat dapat memanfaatkan layanan kepolisian 110 untuk melaporkan gangguan keamanan maupun meminta bantuan kepolisian atau bahkan memverifikasi hal yang masih diragukan sebelum memutuskan untuk memposting di media sosial," ujarnya.
PWI Tekankan Kode Etik Jurnalistik
Sementara itu, Ketua PWI Pasaman Barat M. Junir Sikumbang menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kapolres Pasaman Barat bersama jajaran.
Ia berharap komunikasi dan koordinasi antara PWI dan Polres Pasaman Barat terus terjalin dengan baik sehingga informasi yang dibutuhkan masyarakat dapat disampaikan secara tepat, akurat, dan bertanggung jawab.
Junir juga mengingatkan seluruh anggota PWI agar memahami serta menerapkan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan Kode Perilaku Wartawan (KPW) dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Menurutnya, kepatuhan terhadap kode etik dan kode perilaku merupakan landasan penting dalam menjaga profesionalisme wartawan sekaligus memberikan perlindungan ketika menjalankan tugas sesuai ketentuan.
“Selagi wartawan yang bersangkutan menjalankan KEJ dan KPW, insyaallah akan terhindar dari masalah hukum. Namun, jika nantinya masih timbul masalah hukum, tim hukum kita siap melakukan pembelaan,” ujar Junir.
Ia menegaskan, wartawan harus tetap mengedepankan akurasi, keberimbangan, dan tanggung jawab dalam setiap pemberitaan.
Sementara itu, Plt. Ketua PWI Pasaman Barat Yulison menyampaikan bahwa kedepan tugas PWI tak hanya berkutat di bidang pemberitaan.
Selain menulis, PWI juga berencana memperluas peran organisasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Salah satu program yang direncanakan PWI Pasaman Barat adalah membantu masyarakat berpenghasilan rendah yang tinggal di rumah tidak layak huni melalui program bedah rumah.
Yulison mengungkapkan, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Provinsi Sumatera Barat agar PWI Pasaman Barat dapat dilibatkan dalam program tersebut.
"Kita juga telah membangun komunikasi dengan Dinas Perkimtan Provinsi Sumbar. Ke depan, PWI Pasaman Barat akan dilibatkan dalam kegiatan bedah rumah bagi warga yang rumahnya tidak layak huni," ungkap Yulison.
Dihadiri Jajaran Pengurus PWI
Silaturahmi tersebut turut dihadiri Sekretaris PWI Pasaman Barat Yulison serta sejumlah pengurus, yakni Altas Maulana, Yusran Parsela, Roni Pasrah, Yaser Arafat, M. Bisri Batubara, Wisnu A. Utama, Wawan Saputra, Ade Media Saputra, dan Dodi Ifanda.
Dari pihak kepolisian, hadir Kabag Ops Polres Pasaman Barat Kompol Fahrel Haris, Kabag Ren AKP Elvis Susilo, Kasat Binmas Iptu Zulfi, serta Plh. Kasi Humas Bripka Tasnim Agung.
Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan dilanjutkan dengan sarapan bersama serta diskusi mengenai situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Pasaman Barat.
Melalui pertemuan tersebut, kedua pihak berharap komunikasi dan koordinasi yang telah terjalin dapat semakin kuat, dengan tetap menjaga profesionalisme pers dan independensi jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.(*)