KETIK, BLITAR – Duka akibat insiden Kapal Virgo Transport turut dirasakan keluarga di Kabupaten Blitar. Di tengah penantian dan kepulangan jenazah, Kapolres Blitar AKBP Ardhy Zul Hasbih Nasution, datang langsung ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa.

Kapolres Blitar bertakziah ke rumah keluarga Reyner Fausta Yosilianto, salah satu korban yang telah ditemukan dalam insiden tersebut.

Berdasarkan data kependudukan, Reyner tercatat sebagai warga Slumbung RT 02 RW 02. Korban diketahui selama ini berdomisili di wilayah Magersari, Ngantang, Batu.

Jenazah Reyner kemudian dipulangkan ke rumah duka di Dusun Wonorejo, Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.

Setelah proses penyerahan kepada keluarga, jenazah selanjutnya dimakamkan di TPU Desa Tulungrejo, Kecamatan Gandusari.

Baca Juga:
Basarnas Sebut Posisi Bangkai KM Virgo Sudah Geser ke Kedalaman 30 Meter

Kehadiran Kapolres Blitar bukan sekadar bentuk penghormatan kepada korban. Di hadapan keluarga, ia juga memberikan penguatan agar mereka tetap tegar menghadapi musibah yang datang secara tiba-tiba tersebut.

“Semoga korban yang telah ditemukan mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” ujar AKBP Ardhy.

Di balik kabar duka itu, masih ada satu keluarga di Kabupaten Blitar yang hingga kini harus menunggu kepastian.

Susanto (36), warga Dusun Wonorejo RT 01 RW 01, Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, tercatat sebagai salah satu korban yang masih dalam pencarian.

Baca Juga:
KSOP Tanjung Perak Tegaskan Kapal Virgo Transport 8 Masih Laik Berlayar

Susanto diketahui berprofesi sebagai sopir. Hingga saat ini, proses pencarian terhadap korban masih dilakukan oleh tim gabungan bersama pihak-pihak terkait.

Polres Blitar memastikan koordinasi terus dilakukan untuk mendukung proses pencarian tersebut.

Selain itu, jajaran kepolisian juga memberikan pendampingan kepada keluarga korban yang masih menunggu kabar tentang keberadaan Susanto.

“Untuk korban yang masih dalam pencarian, semoga segera ditemukan,” kata Ardhy.

Bagi keluarga korban, pencarian itu bukan sekadar operasi penyelamatan. Ada harapan yang terus dijaga, bahwa kabar yang dinanti akhirnya segera datang.

Sementara bagi keluarga Reyner, kepulangan jenazah menjadi akhir dari sebuah penantian sekaligus awal dari proses menerima kehilangan.