KETIK, JAKARTA – Kepergian Prof. Dr. Endang Warsiki meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Institut Pertanian Bogor (IPB), terutama civitas akademika dan alumni Fakultas Teknologi Pertanian.

Sosok akademisi yang dikenal gigih, inspiratif, dan penuh dedikasi itu telah pergi selamanya pada Senin, 2 November 2026.

Kabar duka ini disampaikan langsung oleh Dekan Fakultas Teknik dan Teknologi IPB, Prof. Dr. Ir. Slamet Budijanto, M.Agr.

Ia mengatakan, selama hidupnya, Endang dikenang sebagai sosok yang tidak hanya memiliki pencapaian akademik membanggakan, tetapi juga pribadi hangat, ceria, dan peduli terhadap orang-orang di sekitarnya.

“Selamat jalan, Prof. Endang. Jejak pengabdian dan kebaikanmu akan selalu kami kenang,” ujarnya.

Baca Juga:
Dari Kriya Tradisional hingga AI, Dua Guru Besar Tel-U Tawarkan Inovasi untuk Masa Depan

Prof. Endang sendiri berasal dari sebuah desa di pelosok Bojonegoro tepatnya di Desa Turi, Kecamatan Tambakrejo. Ia menempuh pendidikan sarjananya di IPB pada bidang Teknologi Industri Pertanian.

Ia kemudian melanjutkan studi magister Teknik Kimia di Institut Teknologi Bandung (ITB), sebelum meraih gelar doktor dari Victoria University, Australia.

Ketekunan dalam menempuh pendidikan dan mengembangkan ilmu pengetahuan mengantarkannya menjadi Guru Besar IPB. Ia juga dikenal sebagai profesor perempuan pertama di Bojonegoro.

Di dunia akademik, Endang dikenal melalui kepakarannya dalam teknologi pengemasan dan penyimpanan. Perhatiannya terutama tertuju pada pengembangan kemasan aktif, cerdas, dan intelijen yang dapat membantu menjaga mutu serta keamanan pangan.

Baca Juga:
UIN Malang Raih Rekor MURI sebagai Kampus dengan Guru Besar Bahasa Arab Terbanyak

Bidang tersebut memiliki peran penting dalam mendukung kualitas produk pangan, mulai dari proses penyimpanan hingga produk sampai ke tangan konsumen.

Melalui penelitian dan inovasi yang dikembangkannya, Endang menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan tidak berhenti di ruang kelas atau laboratorium, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan industri pangan.

Kini, perjalanan hidup Endang di dunia telah berakhir. Namun, ilmu yang dikembangkan, pengabdian yang diberikan, dan inspirasi yang diwariskan akan terus menjadi bagian dari perjalanan dunia akademik.

“Terima kasih atas persahabatan, pengabdian, inspirasi, dan segala kebaikan yang telah diberikan,” demikian pesan perpisahan.

Ia juga mendoakan agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah dan pengabdian almarhumah, mengampuni segala khilaf, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.

Kepada keluarga yang ditinggalkan, ia berharap agar diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi kehilangan tersebut.

"Selamat jalan, Prof. Endang Warsiki. Jejak perjuangan, karya, dan kebaikanmu akan terus dikenang," pungkasnya. (*)