KETIK, JEMBER – Bupati Jember Muhammad Fawait memanfaatkan program Bupati Ngantor di Desa/Kelurahan (Bunga Desaku) di Kecamatan Jelbuk untuk menyosialisasikan berbagai layanan pemerintah daerah sekaligus menyerap aspirasi masyarakat. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 31 Oktober 2026 itu mencakup program kesehatan, pendidikan, administrasi kependudukan, hingga dukungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dalam kegiatan di Balai Desa Sukowiryo tersebut, Fawait memperkenalkan sejumlah program unggulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, antara lain Homecare, Mobil Cinta, Beasiswa Cinta Bergema, Universal Health Coverage (UHC) Prioritas, serta layanan administrasi kependudukan satu pintu melalui Mal Pelayanan Publik (MPP).

Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu mengatakan, Bunga Desaku menjadi sarana bagi pemerintah daerah untuk mengenalkan program sekaligus memastikan masyarakat memahami layanan yang dapat mereka akses.

"Sesuai dengan tujuan dari Bunga Desaku yaitu adalah sosialisasi program pemerintah Kabupaten Jember, termasuk terkait masalah kesehatan," kata dia, saat ditemui di Balai Desa Sukowiryo.

Selain menyosialisasikan program, Gus Fawait juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dan persoalan yang mereka hadapi. Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi agar program pemerintah lebih sesuai dengan kondisi di lapangan.

Baca Juga:
Gus Fawait Pastikan Layanan KTP Gratis, Perluas Akses Kesehatan Warga Jember

"Supaya program-program yang kami rancang itu sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Termasuk kepada para UMKM. Gerobaknya bagaimana? Kepada kelompok tani, alsintannya bagaimana?," tuturnya.

Ia mencontohkan, pemerintah perlu mengetahui kebutuhan pelaku UMKM terhadap sarana usaha, termasuk gerobak, serta kebutuhan kelompok tani terhadap alat dan mesin pertanian (alsintan). Dengan demikian, dukungan yang diberikan dapat menjawab kebutuhan penerima manfaat.

Gus Fawait juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan bantuan pemerintah sesuai peruntukannya. Ia meminta penerima bantuan tidak menjual atau menyalahgunakan fasilitas yang telah diberikan.

"Karena itu juga kewajiban kita, bukan kewajiban hanya memberi bantuan, tapi juga memberikan himbauan supaya bantuannya digunakan sebaik mungkin," ujarnya.

Baca Juga:
BPS RI Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Jember 6,35 Persen, Kemiskinan Turun 15.990 Jiwa

Menurut Gus Fawait, tanggung jawab pemerintah tidak berhenti pada penyaluran bantuan. Pemerintah juga perlu memberikan pemahaman kepada penerima agar bantuan tersebut benar-benar mendukung kegiatan ekonomi maupun kebutuhan mereka.

Kegiatan Bunga Desaku di Jelbuk juga diarahkan untuk membantu menjaga stabilitas harga menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2027. Pemkab Jember mengaitkan upaya tersebut dengan potensi dampak fenomena iklim El Niño terhadap kondisi pangan dan harga kebutuhan pokok.

Dalam kegiatan itu, pemerintah menyiapkan paket sembako sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat sekaligus mendukung pengendalian inflasi.

"Karena ini juga souvenir-nya kan nanti kita kasih sembako. Nah, itu secara teori memang untuk pengendalian inflasi dampak persiapan Natal dan tahun baru dan juga dampak dari El Nino," tegasnya. (*)