KETIK, MALANG – Sejumlah elemen masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu bakal menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Malang pada Rabu besok, 21 Oktober 2026. Dalam aksinya itu, mereka menuntut evaluasi serta perbaikan terhadap kinerja pemerintah dalam momentum dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran.
Berdasarkan postingan di media sosial Instagram resmi aliansi tersebut, aksi unjuk rasa dijadwalkan akan berlangsung pada pukul 14.00 WIB. Mereka akan datang dari berbagai penjuru dan langsung berkumpul di Jalan Tugu untuk berorasi.
Dalam aksinya nanti, massa berencana menyampaikan sejumlah poin penting meliputi tujuh tuntutan serta satu seruan kepada pemerintah.
Untuk tuntutan pertama, yaitu pemerintah segera menetapkan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi sebagai bencana nasional, pulihkan alam, cabut konsesi dan pulihkan hak korban.
Lalu tuntutan kedua, yaitu menaikkan upah pekerja dan memberikan pekerjaan yang layak termasuk menghapus sistem kerja kontrak dan alih daya (outsourcing).
Baca Juga:
Pemerintah Siapkan Rp1.300 Triliun untuk Dongkrak Ekonomi Akhir TahunSelanjutnya tuntutan ketiga, menjalankan reforma agraria sejati serta mensejahterakan petani dan nelayan. Kemudian tuntutan keempat, massa meminta pemerintah menurunkan seluruh harga termasuk BBM dan pajak.
Tuntutan kelima, mereka mendesak pemerintah untuk menghentikan pemborosan APBN, naikkan subsidi dan fokus mensejahterakan rakyat. Lalu tuntutan keenam, mengembalikan militer ke barak dan bubarkan Batalyon Teritorial Pembangunan.
Kemudian tuntutan ketujuh, mereka meminta pemerintah untuk mengadili para pelanggar HAM serta menghentikan impunitas. Dan yang terakhir, massa juga menyerukan untuk membangun Komite Rakyat, lawan penindasan, dan rebut kesejahteraan.
Dengan adanya rencana aksi unjuk rasa tersebut, maka dimungkinkan adanya pengalihan arus lalu lintas dengan menutup sebagian ruas Jalan Tugu.
Baca Juga:
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kabinet Gemoy, 8 Kali Reshuffle, Seberapa Efektif?Selain itu, ratusan personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, serta Pemkot Malang akan dikerahkan untuk mengawal jalannya aksi agar tetap tertib, aman, dan kondusif. Pengguna jalan juga diimbau untuk menghindari kawasan sekitar Jalan Tugu dan Balai Kota Malang guna mengantisipasi kemacetan.(*)