KETIK, JAKARTA – Laut di sekitar Gunung Anak Krakatau kembali menghadirkan pemandangan yang tak biasa. Sebuah daratan baru dengan luas sekitar 30,3 hektare muncul di kawasan Selat Sunda, tepatnya di antara Pulau Anak Krakatau dan Pulau Sertung.

Daratan tersebut terbentuk dari material vulkanik yang dimuntahkan saat Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi beberapa waktu lalu.

Material yang terus menumpuk di sekitar kawasan gunung api kemudian membentuk bentang daratan baru di tengah perairan.

Kemunculan daratan ini menjadi perhatian karena ukurannya terbilang luas. Dari permukaan laut, tumpukan material vulkanik tersebut kini tampak seperti sebuah kawasan daratan yang berdiri berdampingan dengan Pulau Anak Krakatau dan Pulau Sertung.

Fenomena itu pun ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah warganet bahkan menyebut daratan baru tersebut sebagai “Cucu Krakatau”,

Baca Juga:
Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Dihentikan, 13 Objek Ditemukan tapi Tak Berkaitan

Julukan tersebut kemudian ikut menyebar seiring munculnya berbagai foto dan informasi mengenai daratan baru itu.

Namun, penyebutan “Cucu Krakatau” sejauh ini masih sebatas istilah yang berkembang di masyarakat dan media sosial.

Otoritas terkait belum menetapkan maupun membenarkan nama tersebut sebagai nama resmi daratan baru. 

Tetapi warganet mengkhawatirkan keberadaan daratan tersebut. Sebab, dikhawatirkan aktivitas magma  yang begitu besar di dalam bumi bisa menimbulkan erupsi. 

Baca Juga:
Solidaritas untuk Lima Pewarta yang Hilang Saat Meliput Gunung Anak Krakatau, Jurnalis Sumsel Gelar Doa Bersama

"Gini lebih serem berarti, karena magma di dalam sedang ada pergerakan makanya permukaannya naik ke daratan karena ada energi yang besar di dalam mendorong ke atas," kata salah satu akun TikTok @hum***. 

"Hati-hati tetap waspada jauhi sekitar perairan anak Krakatau karena pergerakan di dalam nya kita tidak bisa prediksi," pungkasnya. (*)