KETIK, SITUBONDO – Untuk melanjutkan jenjang pendidikan Strata Tiga (S3), Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo menjual rumah pribadinya di Kabupaten Jember.

Rumah seluas sekitar 430 meter persegi tersebut berada di Perumahan Taman Kampus C-6 Nomor 17, Sumbersari, Jember, Jawa Timur. Rumah Pribadi Bupati Situbondo itu ditawarkan dengan harga Rp1,5 miliar.

"Saya lagi di rumah di Jember. Ini mau dijual, luasnya 430. Hasil penjualan rumah ini untuk biaya kuliah S3,” kata Mas Rio, panggilan akrab Bupati Situbondo, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Lebih lanjut, Mas Rio mengatakan, keputusan menjual rumah tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan biaya kuliahnya dan berencana membantu sejumlah rekannya yang biaya pendidikan S3-nya turut ia tanggung.

"Yang mau beli bekas rumahnya Bupati ini silahkan hubungi saya, nanti duitnya buat sekolah S3 saya dan beberapa teman-teman yang saya tanggung biaya kuliah S3-nya," ujar Mas Rio.

Baca Juga:
Bupati Situbondo Ajak Mahasiswa Jepang dan USA Saksikan Festival Kuliner Nase’ Sodu

Mas Rio mengatakan, menjual rumah menjadi salah satu cara untuk mengubah aset pribadi menjadi sumber pembiayaan pendidikan. Ia juga menyelipkan pesan kepada calon pembeli rumahnya.

"Barokah pokoknya kalau beli rumah ini kepada pemilik baru,” kata Mas Rio.

Keputusan tersebut menjadi perhatian karena menunjukkan komitmen sang bupati untuk terus meningkatkan pendidikan dan kapasitas akademiknya. Hasil penjualan rumah tersebut rencananya digunakan untuk memenuhi kebutuhan biaya selama menempuh pendidikan S3.

Langkah itu juga dinilai menjadi contoh bahwa pendidikan dapat menjadi investasi penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan.

Baca Juga:
Bupati Situbondo Hidupkan Kembali Permainan Tradisional Ajak Anak Kembali Bermain Secara Komunal

Sedangkan, keputusan menjual rumah tersebut menjadi bagian dari perjuangan untuk terus meningkatkan pendidikan. Meski harus mengorbankan salah satu aset yang dimiliki, Bupati Situbondo tetap berkomitmen menyelesaikan pendidikan dan menambah wawasan.

Kisah tersebut menjadi gambaran bahwa pendidikan dapat ditempuh dengan berbagai perjuangan dan pengorbanan. Semangat untuk terus belajar juga menjadi pesan bahwa jabatan dan kesibukan tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti mengembangkan diri.

Perjuangan Mas Rio dalam menempuh pendidikan S3 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar terus mengejar pendidikan dan tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita. (*)