KETIK, BONDOWOSO – Bupati Bondowoso, H. Abdul Hamid Wahid menghadiri sosialisasi agroforestry dan pupuk bersubsidi yang dirangkai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama pemanfaatan kawasan hutan antara Perum Perhutani KPH Bondowoso dan sekitar 391 kepala keluarga (KK) petani di Kecamatan Ijen.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan melalui pengelolaan lahan yang produktif dan berkelanjutan. Melalui skema kemitraan tersebut, petani mendapatkan kesempatan untuk memanfaatkan kawasan hutan dengan tetap mengedepankan prinsip kelestarian lingkungan.
Bupati Abdul Hamid Wahid mengapresiasi Perhutani KPH Bondowoso yang telah memberikan ruang kemitraan bagi masyarakat petani.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, Perhutani, dan masyarakat merupakan bagian penting dari upaya mendorong peningkatan kesejahteraan warga tanpa mengabaikan keberlangsungan ekosistem hutan.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso, lanjutnya, berkomitmen mendukung program kemitraan tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, khususnya petani di wilayah Kecamatan Ijen.
Baca Juga:
Bondowoso Buktikan Taji di Sektor Pangan, Penghargaan Terbaik I Berhasil DiboyongBupati juga mengingatkan para petani agar aktif bergabung dalam kelompok tani. Keberadaan kelompok tani dinilai penting untuk mempermudah akses terhadap pembinaan, pendampingan, bantuan pemerintah, serta berbagai program pengembangan sektor pertanian.
Ia berharap kerja sama yang telah dibangun tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi benar-benar diwujudkan melalui kegiatan produktif yang memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat.
"Mari kita buktikan bahwa kemitraan pemerintah, Perhutani, dan masyarakat mampu memberi hasil nyata. Hutan lestari, petani sejahtera," ujar Bupati, Senin, 2 November 2026.
Baca Juga:
Dari Pesantren ke Pemerintahan, Bupati Bondowoso Raih Santri of The Year 2026Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan komoditas unggulan di Kecamatan Ijen, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan simbolis bibit kopi Arabika kepada enam kelompok tani. Bantuan itu diperuntukkan bagi pengembangan lahan dengan luas kurang lebih 340 hektare.
Selain kopi Arabika, dukungan pengembangan komoditas pertanian juga diwujudkan melalui penyerahan bibit alpukat kepada dua koperasi dan tiga Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendorong diversifikasi komoditas pertanian, meningkatkan produktivitas lahan, serta membuka peluang tambahan pendapatan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.
Pengembangan agroforestry menjadi salah satu pendekatan penting dalam menyelaraskan kepentingan ekonomi masyarakat dengan upaya menjaga fungsi ekologis hutan. Dengan pengelolaan yang tepat, kawasan hutan diharapkan tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi petani.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap seluruh pihak yang terlibat, mulai dari petani, kelompok tani, koperasi, LMDH hingga Perhutani, dapat menjalankan kemitraan tersebut secara konsisten dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi ini, pengelolaan kawasan hutan di Kecamatan Ijen diharapkan tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan lahan, tetapi juga mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Administratur Perhutani KPH Bondowoso, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah terkait, Forkopimcam Ijen, penyuluh pertanian, serta masyarakat petani.(*)