KETIK, GRESIK – Inovasi pengolahan sampah organik menjadi biogas di Perumahan Swan Menganti Mas Regency, Desa Pelemwatu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, diresmikan, Minggu, 6 September 2026.
Program yang diberi nama “Biogas SWAN MAS” ini merupakan hasil kolaborasi antara RW 08 Perumahan Swan Menganti Mas Regency dengan PT PLN Nusantara Power melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Peresmian ini dihadiri oleh seluruh warga RW 08 Perumahan Swan Menganti Mas Regency, Anggota DPRD RI, Andi Firasadi, Wakil Ketua DPRD Gresik, Mujid Ridwan, Camat Menganti, Bagus Jauhari, Kepala Desa Pelemwatu, Sukayin, dan Ketua Formagam Gresik, Djoko Pratomo.
Ketua RW 08 Perumahan Swan Menganti Mas Regency, Danu Suprapto, mengatakan ide pembuatan biogas berawal dari persoalan banyaknya sampah yang menumpuk di tempat pembuangan sementara (TPS).
Kondisi tersebut mendorong warga mencari solusi agar sampah tidak hanya menjadi beban pemerintah, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Baca Juga:
El Nino Bikin Kemarau Lebih Panjang dan Kering, Ini Penjelasan BMKG Juanda“Kita berpikir bagaimana sampah itu tidak terlalu menjadi beban pemerintah dan sampah itu juga ada manfaatnya buat masyarakat,” ujar Danu.
Menurut Danu, sebelum mengembangkan biogas, RW 08 terlebih dahulu menjalankan program bank sampah. Sampah plastik dan kardus dipilah kemudian dijual melalui mitra PLN, Loh Jinawi.
Warga juga mendapatkan edukasi mengenai pemilahan sampah agar memiliki nilai jual lebih tinggi. Salah satunya dengan memisahkan tutup botol plastik dari botolnya.
“Kalau di ombeng kita cuma dijual secara gelondongan, dihargai sekitar Rp2.000 per kilogram. Setelah diajari cara menjual sampah melalui mitra PLN, tutup botol bisa Rp4.500 per kilogram dan botolnya sekitar Rp4.000. Jadi secara pendapatan kami mendapatkan keuntungan dua kali lipat,” jelasnya.
Baca Juga:
Beri Selamat HUT ke-4, Kapolri Listyo Sigit Apresiasi Kiprah Ketik.com Sajikan Jurnalisme BerkualitasSetelah sampah plastik dan kardus dapat dimanfaatkan, RW 08 kemudian fokus pada sampah organik. Sampah organik tersebut diolah menjadi biogas melalui instalasi yang dibangun dengan dukungan CSR PLN Nusantara Power.
Danu menjelaskan, biogas tersebut nantinya tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk kebutuhan warga. Gas yang dihasilkan juga berpotensi digunakan untuk pembangkit listrik melalui genset.
“Ketika gas digunakan sebagai bahan bakar genset, nantinya bisa menghidupkan generator. Energinya disimpan ke baterai dan baterai tersebut bisa digunakan untuk lampu PJU,” katanya.
Selain menghasilkan gas, proses pengolahan sampah organik juga menghasilkan residu yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.
Ke depan, pupuk tersebut akan dikembangkan bersama karang taruna sehingga dapat menjadi sumber pemasukan bagi organisasi kepemudaan di lingkungan setempat. Pemberdayaan anak difabel untuk membantu aktivitas program ini juga merupakan hal yang positif.
Program ini mendapat apresiasi dari Wakil Ketua DPRD Gresik, Mujid Riduan. Ia menilai inovasi tersebut dapat menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang bisa dikembangkan di wilayah lain.
“Saya mengapresiasi dan mensupport. Ini adalah langkah awal sebagai contoh terkait biogas tadi dan ini nanti bisa dikembangkan di seluruh Kabupaten Gresik,” ujar Mujid.
Mujid mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Gresik maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mendukung pengembangan program tersebut.
Anggota DPR RI, Andi Firasadi, juga turut mengapresiasi inovasi di RW 08 Swan Menganti Mas Regency ini. Ia mengatakan bahwa akan mendukung perkembangan inovasi ini agar bisa ditiru oleh masyarakat lainnya bukan hanya di Gresik.
"Kami akan bantu mengenai HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) dari program inovasi ini agar kedepannya bisa terus berkembang dan bermanfaat. Selain itu, nantinya pelopor inovasi ini (Danu Suprapto) akan saya ajak berkeliling untuk memaparkan inovasi ini ke masyarakat luas," jelasnya.
Sementara itu, Camat Menganti, Bagus Jauhari, berharap pengetahuan dan teknologi pengolahan biogas yang diterapkan di RW 08 dapat ditularkan ke desa-desa lainnya.
“Harapan kami ilmu itu tadi bisa ditularkan, kemudian CSR-CSR yang lain juga bisa dihimpun dan ditularkan ke masing-masing desa. Secara teknis pengelolaan biogas ini sangat luar biasa manfaatnya,” ungkap Bagus.
Menurutnya, pemanfaatan sampah organik menjadi biogas dapat membantu mengurangi residu sekaligus menghasilkan energi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Peresmian Biogas SWAN MAS juga dirangkaikan dengan kegiatan HUT ke-81 Republik Indonesia, pentas seni, dan jalan sehat warga. Bagus berharap kegiatan tersebut semakin memperkuat kekompakan dan gotong royong masyarakat di lingkungan Perumahan Swan Menganti Mas Regency.
Dengan adanya Biogas SWAN MAS, warga berharap pengelolaan sampah tidak lagi sebatas membuang limbah, tetapi mampu menciptakan manfaat baru berupa energi, pupuk organik, sekaligus peluang ekonomi bagi masyarakat.(*)